Sampah Danau Toba Akan Dikelola Jadi Aspal

Medanmerdeka.com – Sampah menjadi masalah klasik di lokasi pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Penyadaran masyarakat terus dilakukan. Namun hasilnya belum signifikan untuk mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan.

Masalah sampah ini juga sempat menjadi pembahasan dalam rapat Koordinasi Kemajuan Pengembangan Infrastruktur Pendukung Destinasi Danau Toba. Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) ternyata sudah menyoroti hal itu sejak dua tahun terakhir.

BPODT juga melibatkan tokoh tokoh agama setempat untuk proses penyadaran pentingnya kebersihan untuk pariwisata. “Kemarin diskusi dengan HKBP (Huria Kristen Batak Protestan). Kita harus betul-betul yang fundamen. Kita ingatkan terus. Corong yang kita pakai HKBP jadi pendeta-pendeta bukan hanya bicara mengenai agama. Tapi juga soal kebersihan kesadaran akan kebersihan harus kita harus,” terang Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, Minggu (15/7/2018).

BPODT juga akan berkoordinasi dengan kabupaten yang berbatasan dengan Danau Toba soal letak Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pihaknya juga sedang melakukan pilot project bagaimana merubah sampah plastik menjadi bahan baku aspal. “Jadi akan kita olah sebagai pengganti aspal. Alat penghancur plastiknya kan juga sudah ada,” jelasnya.

Hingga sekarang upaya pengembangan terus digencarkan. Pendidikan vokasi kepada masyarakat harus dilakukan. Khususnya pendidikan Bahasa Inggris untuk pelaku pariwisata. “Bahasa Inggris itu sangat penting. Karena turis luar sudah cukup banyak yang berkunjung ke Danau Toba. Masyarakat yang berhadapan langsung. Khususnya pelaku industri pariwisata,” ungkap Arie. (may/mm)

Comment