Security PT KIM Star Halangi Truk Material Pembangunan Pabrik

Pemborong Hans Silalahi (pakai jas) bersitegang dengan security PT KIM Star Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (14/9/2020). (Foto: MEDANmerdeka/Adi)

DELISERDANG – Pembangunan pabrik vulkanisir ban di kawasan PT KIM Star, Tanjung Morawa, nyaris ricuh. Pasahal, truk pengangkut material dilarang masuk di pintu utama pos security.

Pantauan media, sejumlah truk pengangkut material ketika hendak melintasi pos penjagaan tiba-tiba dilarang masuk petugas security dengan alasan belum ada persetujuan pimpinan.

Penghentian kendaraan ini membuat sejumlah pekerja yang hendak melakukan pembangunan kecewa, karena bahan bangunan tidak bisa masuk. Akibatnya, belasan pekerja beramai-ramai mendatangi pos security.

Pihak pemborong, Hans Silalahi SH langsung turun ke lokasi. Hans Silalahi langsung mempertanyakan alasan security melarang truk miliknya melintasi pos penjagaan. “Tindakan ini tidak ada dasar hukumnya, saya jelas-jelas dirugikan karena borongan yang saya kerjakan memiliki IMB yang sah dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Dijelaskan Hans Silalahi, pihaknya sudah tiga kali melayangkan pemberitahuan pembangunan pabrik vulkanisir ban ke pengelola PT KIM Star Tanjung Morawa. “Pemberitahuan sudah tiga kali kita layangkan, namun pengelola mengaku belum menerima. Ketika kami desak mereka terus mengaku terlambat membalas surat kami,” katanya kecewa.

Dari pantauan di lapangan, dimediasi pengelola pihak pemborong dan security melakukan mediasi dan hasilnya masih menunggu keputusan pimpinan pengelola KIM Star.

Namun Hans Silalahi menduga, pelarangan truk material ada unsure kepentingan lain dibalik persoalan ini. Selepas pertemuan, para pekerja membubarkan diri. “Jika perlakuan masih berlanjut, tak tertutup kemungkinan kami akan melaporkan tindakan ini ke pihak berwajib,” pungkas Hans Silalahi.