Jalan Sempit, Malam Gelap Gulita

Sejak Mekar, Luas Kecamatan Limapuluh Batubara Tak Ber-ubah

Simpang Empat Limapuluh yang merupakan jalan lintas nasional menghubungkan antar kabupaten, provinsi dan antar pulau Sumatera-Jawa. (Foto: MEDANmerdeka/Zein)

BATUBARA  - Kabupaten Batubara genap 13 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Induk Asahan pada 15 Juni tahun 2007. Namun, Kecamatan Limapuluh yang diproyeksikan sebagai pusat strategis ekonomi nasional hingga kini luasannya belum juga bertambah.

Dikutip dari lama wikipedia.org, sejak berdiri Batubara dua kali dipimpin Plt, Sofyan Nasution dan Syaiful Syafri tahun 2008. Kemudian dilanjutkan Bupati Ok Arya Zulkarnain tahun 2008-2013 dan periode kedua 2013-2018. Namun sayang, sebelum mengakhiri jabatan periode kedua, OK Arya tersandung korupsi di tahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selanjutnya, Batubara yang memiliki luas 922.20 km2, pasangan Bupati Ir.H.Zahir MAP dan Wakil Bupati Oky Iqbal Frima masa periode 2018-2023. Beragam program pembangunan digenjot mengejar ketertinggalam Batubara dari kabupaten/kota lain di Sumut, salah satunya kantor Bupati serta proyek startegis ekonomi nasional Kuala Tanjung.

Hanya saja, hingga kini Kecamatan Limapuluh yang digadang-gadang sebagai Ibu Kota Kabupaten hingga kini belum memperlihatkan perubahan siginifikan, termasuk luasan wilayahnya 239,55 km2, berpenduduk 91.452 jiwa, dengan satu Kelurahan dan 34 desa.

“Sampai sekarang luasannya 100 hekatare sesuai ketetapan yang dikeluarkan Menteri Muda RI Mr. Singgih tahun 1956. Sampai sekarang belum ada penambahan,” ujarnya.

Sebagai mantan aparatur danKabid Fisik/sarana dan prasarana pengembangan wilayah dinas BAPPEDA  Batubara, MS Harahap mempertanyakan keseriusan pemerintah Batubara dalam mengelola pemerintahan ini. “Saya juga heran, padahal Limapuluh ini proyek strategis nasional yang menjadi Ibu Kota Batubara, namun entah mengapa luasnya tidak pernah dibahas di pemerintahan,” katanya.

Bahkan, sambung MS Harahap, keberadaan pertapakan Kantor Lurah Limapuluh yang dulunya berada di Jalan Perintis Kemerdekaan sudah dicaplok menjadi kantor Dinas Perizinan Batubara. Sedangkan Camat Limapuluh yang bersebelahan dengan lapangan Sepak Bola Blok 8 di jalan yang sama digantikana menjadi kantor Bupati semasa pemekaran.

Sedangkan kantor Camat Limapuluh kembali pindah ke rumah dinas camat, yang bersebelahan dengan sekolah taman kanak-kanak (TK) Limapuluh.

“Sudah dibangun, kemudian dipindah lagi. Seingat saya kantor Camat Limapuluh sudah empat kali pindah sejak pemekaran. Saya juga bingung, apakah konsep pembangunan yang dijalankan Pemkab Batubara tidak merujuk tata ruang wilayah sehingga selalu bongkar pasang menghabiskan anggaran,” pungkas MS Harahap, yang miris melihat kantor Camat Limapuluh yang kini menempati ex. kantor UPT Disdik Batubara.

Seharusnya sambung MS Harahap, di usianya yang sudah beranjak 13 tahun, Pemkab Batubara sudah matang dalam menata pembangunan perkantoran. “Kalau sekolah, Kabupaten Batubara ini sudah kelas VII atau SMP, yang pemikirannya sudah mulai matang,” kata MS Harahap yang juga putra daerah dengan kecewa.

Seharusnya, Pemkab Batubara dapat melakukans tudi tiru konsep pembangunan yang dilakukan kepolisian yang menjadikan Polsek sebagai Mapolres Batubara.

“Kalau jadi nanti perkantoran Batubara yang berada di jalan lintas nasional, entah mau diapakan semua perkantoran di Jalan Perintis Kemerdekaan, termasuk juga perkantoran di wilayah pesisir. Saya rasa sudah seratusan miliar lebih uang rakyat habis untuk pekerjaan sia-sia,” ucapnya.

Ini masih masalah perkantoran, yang lebih miris kondisi Simpang Empat Limapuluh yang menjadi pusat Jalan Lintas Nasional Medan-Lampung dan antar pulau. Selain sempit, setiap malam perempatan yang menjadi pintu masuk ke Kantor Bupati dan Mapolres Batubara gelap gulita tanpa lampu tidak menggambarkan sebagai Kota Kabupaten.

Sementara,  Camat Limapuluh Andri Aulia Harahap yang dikonfirmasi tidak banyak berbicara. Namun soal perpindahan kantor kecamatan merupakan inisiatifnya untuk menempati eks UPT Disdik Limapuluh.

Komentar

Loading...