oleh

Sekolah Ramah Anak, Dilatih Mandiri & Kreatif

Medanmerdeka.com – Sekolah Ramah Anak (SRA) kini terus digaungkan di sekolah-sekolah baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Deliserdang.

SRA diyakini mampu membawa dampak baik bagi pengembangan mutu pendidikan, diantaranya mendidik anak lebih percaya diri, saling melindungi, bebas mengeluarkan pendapatnya, belajar tanpa mendapat tekanan serta pembelajaran jadi lebih menyenangkan.

Program SRA sudah diterapkan SD Negeri 101801 di Kampung Durian, Kecamatan Deli Tua, sejak 2016 silam. “Dulu jarak antara guru dengan siswa terasa jauh. Sekarang anak-anak didik kami sangat percaya diri, mereka beroleh kebebasan berpendapat, berekspresi dan belajar tanpa tekanan,” kata Kasek, Suharni (52) Senin (4/6/2018).

Disisi lain, para guru juga diwajibkan menerapkan model pembelajaran Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Sebelum program SRA ini diterapkan, para guru diberi pelatihan dan sosialisasi tentang program sekolah ramah anak.

“Tanpa pembekalan dan pelatihan, program SRA tidak akan maksimal terlaksana. Guru-guru kami latih terlebih dahulu, baru kemudian mereka menerapkannya di kelas mereka masing-masing,” kata Suharni.

Suharni mengatakan di SD yang dipimpinnya salah satu praktik baik dari SRA yang menjadi unggulan adalah market day. Lewat program ini, anak-anak belajar menanam sayuran, belajar memasak dan mengemas serta menjualnya.

“Produk mereka itu tidak pakai bahan pengawet dan higienis. Mereka kemas dan jual sendiri, hasilnya untuk mereka juga. Lewat market day ini anak-anak kami mau belajar berwirausaha serta hidup mandiri,” jelas Suharni.

Ketua Komite Sekolah Saring Irwanto (46) juga mendukung program SRA ini karena dinilai relevan dan menjawab tantangan zaman. Apalagi, sambungnya, belakangan ini, kasus-kasus kekerasan terhadap anak dalam proses pembelajaran sangat marak, baik antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan orangtua.

“Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi manusia yang berakhlak mulia, anti kekerasan, anti terorisme dan cinta perdamaian. Nah, sekolah ramah anak ini solusinya,” timpalnya.(ardy/mm)

Komentar

News Feed