Sudah Tiga Hari Tanjungbalai Terendam Banjir

net/mm
net/mm

TANJUNGBALAI – Ribuan pemukiman penduduk dan lahan pertanian di Kota Tanjungbalai terendam banjir. Banjir yang sudah terjadi selama tiga hari ini diduga karena terbukanya bendungan PLTA Sigura-gura.

Menurut warga, banjir kiriman ini sudah terjadi sejak Selasa dini hari dengan ketinggian air 50 cm hingga 100 cm. Warga yang tertidur pulas dikagetnya air sudah masuk ke dalam rumah , gedung-gedung sekolah dan merendam lahan pertanian masyarakat  di Kecamatan Datuk Bandar, Datuk Bandar Timur. Untuk sementara, sedikitnya 1500 rumah yang terendam banjir.

“banjir kirimannya sudah selama tiga hari, sebagian ayng rumahnya terendam terpaksa harus mengungsi ke posko-posko atau pindah ke rumah keluarga terdekat,” kata Yustan, warga Jalan Sudriman, Kamis (9/11/2017). Kabar yang didengar, sambung Yustan banjir kiriman sungai Asahan ini disebabkan terbukanya bendungan PLTA Sigura-gura.

Pihak Kecamatan dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungbalai bersama instansi terkait mendirikan Posko Penampungan dan Kesehatan di tiga zona lokasi, Jalan Adam Malik (Sijambi), Halaman Masjid Al Ridho Jalan HM.Nur, Klurahan Pahang dan di Jalan Anwar Idris, Kelurahan Gading.

Banjir ini juga merendam sejumlah jalan protkol, yakni Jalan Kartini Ujung, Jalan Husni Tamrin, Jalan Singosari, SMA Negeri-3,Jalan MT.Haryono Ujung dan Jalan Anwar Idris di Kecamatan Datuk Bandar Timur.

Data yang dihimpunn di BPBD Kota Tanjungbalai wilayah yang terendam banjir yaitu, kelurahan Sijambi, Pahang dan Gading di Kecamatan Datuk Bandar, serta kelurahan Bunga Tanjung, Selat Lancang dan Selat Tanjung Medan di kecamatan Datuk Bandar Timur. Selain mendirikan pos kesehatan, BPBD sudah mendirikan beberapa tenda pengungsian di beberapa titik rawan dan yang ketinggian air paling tinggi diperkirakan mencapai 1 meter.(oke/mm)