Sumut-NTB Kembangkan Pariwisata

NTB -  Pengembangan destinasi wisata di satu daerah membutuhkan kerjasama dan sinerjisitas dengan daerah lainnya sehingga berkembang pesat. Hal ini digagas Provinsi Sumut dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai upaya pengembangan potensi wisata di kedua provinsi.

“Tahap awal, bentuk kerja sama yang perlu direalisasikan adalah melakukan promosi dan pemasaran pariwisata bersama,” kata pemerhati pariwisata di NTB, Andre Hermawan kepada rombongan Pemprov Sumut yang sedang melakukan studi banding ke NTB, di Mataram, kemarin.

NTB dan Sumut sama-sama memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan dan mampu memberikan dampak pada perekonomian kepada masing-masing masyarakat maupun pendapatan asli daerah setempat.

Jika pemerintah daerah di Sumut dan NTB bersama berbagai pemangku kepentingan sepakat saling bersinergi mengembangkan pariwisata di kedua provinsi itu, ia memastikan kerja sama promosi dan pemasaran bersama lebih efektif memberikan keuntungan kedua provinsi.“Promosi kepariwisataan bersama penting dilakukan di tengah gencarnya para pesaing, baik dari wilayah Indonesia lainnya maupun negara asing,” ujar Andre.

Asisten Umum dan Pemerintahan Setdaprov NTB, Baharuddin saat menerima rombongan Biro Humas dan Keprotokalan Setdaprov Sumut bersama para wartawan, menjelaskan, Pemprov NTB terus berupaya mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut. “Sesuai Rencana Pembangunan Jangka menengah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2014-2018, target yang dipatok sebanyak 1.705.400 kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Sektor pariwisata, lanjutnya, telah berkontribusi nyata untuk membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan. Sebab, sebagian penduduk di NTB dewasa ini mengandalkan sumber mata pencaharian dari sektor pariwisata.

Dalam upaya meningkatkan sadar wisata, lanjutnya, Pemprov NTB melalui instansi terkait setiap tiga bulan sekali melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan wisata, seperti di Gili Trawangan, Senggigi dan Gunung Rinjani.

Burhanuddin lebih lanjut memaparkan, wisata syariah menjadi tren baru pengembangan pariwisata NTB yang dimulai sejak tahun 2015. Semangat baru pengembangan wisata syariah itu menyusul ditetapkannya NTB sebagai salah satu dari 12 destinasi wisata syariah secara nasional.

Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dinilai sebagai salah satu daerah paling siap mengembangkan destinasi wisata dengan konsep syariah. “Pulau Lombok yang dikenal juga dengan julukan Pulau Seribu Masjid. Julukan itu tentu memberikan seribu makna pula bagi masyarakat di daerah-daerah lain yang belum pernah datang ke Pulau Lombok khususnya ke Kota Mataram,” ujar dia. Salah satu makna yang terkandung dari julukan itu adalah penduduk di Pulau Lombok sebagian besar umat muslim yang kehidupannya sehari-hari selalu berpegang pada ajaran-ajaran agama Islam.  (nst )