Tak Terima Disiram Air Tuak, Markus Gorok Leher Darwin

Darwin (42) tewas bersimbah darah dibantai temannya, Senin (3/1/2020) dini hari di di warung Dusun III, Dusun Cina Maju, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Airputih, Batubara. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

PEMATANG PANJANG – Seorang pengawas galian C, Darwin Sitorus (41) tewas dikeroyok lalu lehernya digoyok, Senin (3/2/2020) dini hari, di warung Dusun III, Dusun Cina Maju, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Airputih, Batubara.

Saat ditemukan Darwin dalam posisi telantang dan leher terluka, mengenakan celana OPK. Petugas Polsek Indrapura dan Polres Batubara selanjutnya mengevakuasi jenazah Darwin ke RSUD Batubara, guna dilakukan visum.

Informasi yang dihimpun, sebelum terjadi pengeroyokan yang menewaskan Darwin, malam itu pukul 00.30 WIB, pelaku Markus Situmorang (30) datang ke warung menanyakan keberadaan korban Darwin. Sambil marah-marah, pelaku akan melakukan pembalasan karena sudah disiram air tuak oleh Dawrin.

Tak lama kemudian korban Darwin datang, pertengkaran mulut terjadi. Kemudian rekan-rekan Markus datang melakukan pengeroyokan terhadap korban sehingga akhirnya Darwin digorok pakai pisau lalu tewas.

Istri korban Henni Br Sitohang (42) lalu melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Indrapura. Tak lama kemudian petugas tiba pelaku sudah melarikan diri.

Kapolsek Indrapura AKP Mitha Natasya mengatakan, pihaknya sudah berhasil menangkap pelaku utama, Markus Situmorang yang kini masih dalam pemeriksaan, berikut mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk membunuh korban.

Komentar

Loading...