Takut Banjir Susulan, Warga Natal Mengungsi ke Masjid

DAPUR UMUM : Seratusan warga Kecamatan Natal, Kabupaten Madina, mendirikan dapur umum di tempat pengungsian pasca pemukiman warga diterpa banjir selama musim penghujan.(foto:thoriq/heri/mm)
DAPUR UMUM : Seratusan warga Kecamatan Natal, Kabupaten Madina, mendirikan dapur umum di tempat pengungsian pasca pemukiman warga diterpa banjir selama musim penghujan.(foto:thoriq/heri/mm)

Medanmerdeka.com - Ratusan warga di Natal, Kecamatan Natal, Kabuapaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), memilih mengungsi ke masjid dan sekolah.

Warga mengungsi di gedung Madrasyah Tsnawiyyah Muhammadiyyah, Natal dan Masjid Al-Ikhlas, Tambak, Pasar 4, Natal.

“Rumah kami sudah digenangi air dan tidak bisa lagi di tempati. Untuk menghindari banjir susulan malam hari, kami milih mengungsi,” sebut warga.

Selain ke masjid, sebagian warga pindah sementara ke rumah sanak saudara dan gedung sekolah yang tempatnya lebih tinggi dan mendirikan dapur umum untuk memenuhi hidup sehari-hari

Dari pantauan medanmerdeka.com, sebagian besar anak-anak dan perempuan dewasa di tempatkan di gedung yang jauh lebih aman, Sedangkan kaum laki-laki menjadi satu tempat tidur beralaskan tikar seadanya.

Kini warga kawatir akan kesehatan keluarga mereka, termasuk obat demam, gatal-hatal dan sakit perut.”Sejauh ini sudah beberapa hari kami belum ada menerima bantuan, termasuk obat-obatan. Ya kami berharap, pemerintah harus cepat tanggap sebelum ada yang jatuh korban,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Madina, Yasir Nasution mengatakan, lambannya penanganan bencana banjir di Kecamatan Natal akibat sulitnya untuk mencapai wilayah itu, karena, sejumlah titik badan jalan nasional mengalami longsor.

“Hampir seluruh wilayah menuju Kecamatan Natal mengalami bencana alam, sehingga bantuan dipastikan terlambat,”terangnya. Namun, dia memastikan bahwa, petugas dari BPBD Kabupaten Madina akan bekerja secara maksimal.(thoriq/heri).

Penulis:

Baca Juga