Terlibat Pembunuhan, Ayah dan Dua Anaknya Masuk Bui

Medanmerdeka.com – Tim Gabungan Poldasu dan Polres Serdang Bedagai berhasil mengungkap kasus pembunuhan Edi Susanto alias Ali yang mayatnya dibuang ke dalam parit, menyusul ditangkapnya pelakunya merupakan ayah dan dua anak laki-lakinya.

Ketiga tersangka ditangkap dari tempat persembunyiannya tepatnya di Bukit Kapur Dumai,Provinsi Riau.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw didampingi Dirreskrimum Poldasu, Kombes Pol. Andi Rian dan Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Serdang Berdagai kepada wartawan mengatakan motif pembunuhan hanya gara-gara bersenggolan.

Sebelumnya, Minggu, 14 Januari 2018 pukul 03.30 WIB, tersangka Hidayat berboncengan dengan istri dalam keadaan mabuk dan menyenggol korban Edi Susanto alias Ali.

“Terjadi pekelahian dan tersangka kembali ke rumah mengambil pisau dan mengajak kedua anaknya Mohamad Hendra,23, dan Mohamad Kifly,17, untuk ikut dengannya,” jelas Kapolda Sumut, Sabtu (20/1/2018).

Korban yang dibonceng saksi bernama Fadli dicegat oleh tersangka. Tersangka langsung menusuk punggung korban.

“Korban ditemukan meninggal dunia di dalam parit. Petugas kemudian membentuk tim untuk mengejar para tersangka dan pada Jumat, 19 Januari 2018, ketiga tersangka yang kabur dapat ditangkap di Bukit Kapur Prov. Riau,” ujar Kapolda Sumut.

Selain ketiga tersangka Hidayat alias Dayat,47, dan kedua anaknya Mohamad Hendra,23, Mohamad Kifly,17, petugas juga melakukan pencarian terhadap pelaku yang turut terlibat dalam pembunuhan tersebut dan belum tertangkap bernama Aam alias Ompong,30.

Petugas juga menyita barang bukti berupa 1 helai celana panjang jeans warna hitam merek premium yang berlumpur, 1 helai baju kaos warna coklat merk jazz casual yang pada bagian punggung belakang robek serta 2 unit handphone.

Menurut jenderal berbintang dua itu, tersangka dan kedua anaknya dijerat Pasal 340 subs Pasal 338 KUHP.

Kapolda Sumut juga menyampaikan apresiasi kepada jajarannya atas keberhasilan yang luar biasa dari Polda Sumut yang berhasil mengungkapkan kasus secara cepat.

“Emosi dan dendam yang tidak terkontrol menjadi alasan utama terjadinya kasus pembunuhan ini. Pengungkapan kasus ini akan ditindak lanjuti bersama oleh Dirreskrimum Polda Sumut dengan Sat Reskrim Polres Serdang Berdagai. Terimakasih kepada jajaran karena telah bergerak cepat,” katanya.(am/mm)