Terlibat Pencurian, 5 Warga Sunggal Masuk Sel

KEJAHATAN : Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna melakukan ekspos pengungkapan kejahatan pencurian mobil.(foto: aks/mm)

KEJAHATAN : Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna melakukan ekspos pengungkapan kejahatan pencurian mobil.(foto: aks/mm)

MEDAN – Lima tersangka komplotan spesialis pencuri mobil warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, meringkuk di jeruji besi RTP Mapolsek Sunggal.

Dari tangan pelaku turun diamankan barang bukti berupa  1 kunci ring, 2 besi bermata runcing, 2 unit ampli power, 1 unit ampli tape mobil, 1 obeng, 2 unit kikir, 14 unit kunci pas, 8 kunci ring, 1 unit power rotator, 1 pahat, 1 lampu sorot, 1 kunci roda dan 1 buah kunci letter Y.

Kelima tersangka masing-masing, Zulkifli (50), Ilham (24), Raihan alias Dede (29), Khairul Al Ansyari (22) dan Rahmad Yanto (24) semuanya warga Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Terungkapnya komplotan ini berawal dari pengaduan Hardip Sing, warga Dusun I, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang yang kehilangan mobil Taft GT BK 1459 LO di penginapan Milala, Jalan Binjai Km 13, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, pada Senin 25 Septeember 2017, lalu. Korban Hardip Sing kemudian membuat laporan kehilangan ke Mapolsek Sunggal.

Dari keterangan saksi yang dikembangkan Satreskrim Polsek Sunggal, salah seorang pelakunya diketahui adalah Ilham Cs. Sabtu lalu, Satreskrim Polsekta Sunggal membekuk Ilham. Setelah diintrogasi, Ilham mengaku jika mobil itu dicurinya bersama rekan-rekannya. “Anggota di lapangan kemudian memburu empat pelaku lainnya di tempat terpisah. Lima pelaku sudah kita amankan, dua lainnya buron berinsial R dan RY,” tegas Kapolsek Kompol Wira Prayatna, Minggu kemarin (23/10/2017).

Komplotan Ilham CS memiliki spesialis dan peran berbeda-beda kata Kompol Wira. Ilham bertugas membobol kunci mobil, sedangkan R dan RY (DPO) berperan mengamankan lokasi, sedangkan Khairul Al Ansyari dan Zulkifli membawa kabur mobil ke penadah.”Penadahnya sudah kita ketahui sekarang masih dalam pengejaran di Stabat,” kata kapolsek.

Hingga Senin, polisi masih mendalami dan mengambil keterangan para pelaku yang mengakui sudah melakukan kejahatan serupa sebanyak enam kali.(aks/mm)

Comment