Perambahan Hutan

Walkot Irsan: Lahan Itu Bukan Tanah Saya

MEDAN – Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengeluarkan pernyataan terkait dugan perambahan Hutan Batang Tura, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang menyeret namanya selama ini di hadapan pendemo yang mengatasnamakan Lintas Organisasi Tabagsel, Senin (27/1/2020).

Di hadapan para demosntran, Irsan mengaku sudah menerima Surat PerintahPenghentian Penyelidikan (SP3) terkait dugaan perambahan hutan yang diduga melibatkan dirinya yang juga Wali kota Padangsidimpuan.

"Permasalahan ini saya sudah mendapatkan surat perintaj penghentian penyelidikan (SP3) pada tanggal 30 Oktober 2019, bagaimana itu prosesnya tentu itu bukan domain kewanangan saya,” tegas Irsan di hadapan para pendemo.

Dijelaskannya, persoalan lahan hutan di Batang Tura Bukanlah miliknya pribadi akan tetapi kebetulan bersebelahan dengan tanah miliknya.

“Saya ingin menyatakan bahwa objek dimaksud bukan milik saya, tetapi berdekatan dengan kebun milik saya betul, berdekatan itu saudara-saudara” ujarnya.

Terkait keberadaan escavator (Beko) Irsan Efendi Nasution selaku Wali Kota Padangsidimpuan tidak menjelaskan secara rinci alasan keberadaan beko milik Pemko Padangsidimpuan dan penyewa alat berat tersebut berada di lokasi.

Sementara itu, Koordinator aksi, Alfansyah Lubis menginginkan agar kasus dugaan perambahan hutan tersebut dibuka secara terang benderang kepada masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun, Polres Tapanuli Selatan mengehentikan kasus tersebut karena belum cukup lidik sehingga belum cukup bisa dinaikkan kesidik.

Komentar

Loading...