Musda PD Tapak Suci Muhammadiyah

Akhyar: Pencak Silat Dimintati Mahasiswa AS

MEDAN - Pencak silat kini kian mendapatkan tempat di hati para penggemar ilmu bela diri di berbagai belahan dunia. Bahkan sesuai fakta  di American University di Washington DC, pencak silat telah masuk dalam kurikulum kuliah resmi dan sangat diminati oleh mahasiswanya.

"Kita harus senang dan bangga apabila budaya Indonesia mampu menginspirasi bahkan dipelajari dan diadopsi oleh bangsa lain, artinya budaya kita adalah budaya yang kuat," kata Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution pada Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah 018 Tapak Suci Muhammadiyah Kota Medan di Grand Ballroom Istana Koki,Sabtu (22/2/2020).

Pembukaan Musda yang dihadiri Ketua Umum Pimpinan Wilayah VIII Tapak Suci Sumatera Utara, Ahmad Fauzan Daulay, Dewan Pendekar Tapak Suci Sumut, Ahmad Arif, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Besri Nazir dan Ketua IPSI Kota Medan, AKBP Enjang Bahri, ditandai dengan pemukulan Gong oleh Plt Wali Kota Medan.

Ciri budaya yang kuat, lanjut Akhyar adalah budaya yang banyak mempengaruhi budaya lain. Selain itu budaya itu tidak bisa dicuri karena budaya ada di hati dan Kepala Kita.  Artinya Budaya adalah sesuatu yang dilestarikan secara turun temurun, disebarkan pada orang lain dan diasimilasikan oleh bangsa lain.

"Badan PBB UNESCO baru saja menyatakan bahwa Pencak Silat dari Indonesia sebagai Warisan Budaya tak Benda Dunia. Artinya ini merupakan bentuk pengakuan  Dunia Internasional terhadap arti penting tradisi Seni Bela Diri yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia," ujarnya.

Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Muhammadiyah, tambah Akhyar, memiliki motto dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah. Artinya Motto ini menunjukkan bahwa seorang muslim tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, tapi harus diimbangi dengan kekuatan iman dan akhlak yang baik.

Seperti diketahui Musda Pimda 018 Tapak Suci Muhammadiyah Kota Medan ini merupakan ajang silaturahmi dan regenerasi serta evaluasi organisasi yang berlangsung lima tahunan namun muaranya tetap pada prestasi.

Komentar

Loading...