Cuma Raih 1 Perunggu, Ahmad Arif Desak Pengda Ketua IPSI Sumut

MEDAN - Tokoh Pencak Silat dan Mantan Atlet Sumut, Ahmad Arif SE MM meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut dan Gubernur Sumatera Utara, Eddy Rahmayadi untuk melakukan evaluasi dan penyegaran di kepengurusan Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumut.

“Saya berharap KONI SUmut dan Gubsu Edy Rahmayadi melakukan evaluasi menyeluruh tentang kepengurusan Pengda IPSI Sumut. Sebab, dari perolehan hasil pada PON di Papua atlet Pencak Silat Sumut hanya memperoleh satu perunggu dari 30 kelas yang diperlombakan,” kata Arif kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Menurut Arif, kader-kader atlet Pencak Silat di Sumut sebenarnya banyak yang memiliki kemampuan, hanya dikeranakan Pengda IPSI Sumut tidak selektif dalam memberikan pelatih ataupun lebih kepada kesan sesuka hatinya menetapkan pelatih, tanpa memiiki kemampuan ilmu olahraga yang baik, maka hasilnya menjadi sangat-sangat tidak baik.

Dia mengaku mengapresiasi Ketua Pengda IPSI Sumut, Dahliana sebagai mantan atlet Pencak Silat berprestasi pada masanya. Tapi, di bawah kepemimpinannya selama 20 tahun, prestasi Pengda IPSI Sumut terus mengalami penurunan prestasi. Hal ini tentu harus menjadi catatan bagi KONI Sumut dan Gubsu, sebab pada tahun 2024, Sumut menjadi tuan rumah PON.

“Olahraga Pencak Silat ini memiliki 30 Kelas, jadi sangat penting menjadi perhatian KONI Sumut dan Gubsu. Ini peluang bagi SuUmut untuk menambah prestasi, dengan catatan harus ada evaluasi terlebih dahulu bagi Pengda IPSI Sumut,” saran Arif yang juga pernah menjadi Pelatih Pencak Silat Nasional.

Arif menyatakan, informasi yang diterimanya dari sejumlah pelatih, dan atlet Pencak Silat, Ketua Pengda IPSI Sumut lebih menunjukkan kepemimpinan yang tak mau mendengar dan masukkan pihak lain dalam memutuskan pelatih pencak silat, sehingga kesannya pelatih yang ditunjuk atas kemauannya saja.

“Saya berharap KONI SUmut dan Gubsu mencari sosok pemimpin IPSI yang memiliki manajerial yang baik. Karena memimpin organisasi ini harus menggabungkan seni kepemimpinan, menjiwai organisasi dan punya hati menerima masukkan dari pihak lain. Jangan karena prestasi kita di masa lalu, lupa mendengarkan masukkan dari pihak lain,” ucap mantan Ketua IPSI Kota Medan.