Johan Caleg DPRD Sumut Partai PSI

Johan Imbau Masyarakat Tak Terpancing Hoax

MEDAN - Caleg DPRD Sumut dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Johan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing hoax yang belakangan ini muncul. Menurut dia, hoax hanya memperkeruh suasana, bahkan berpotensi memecah-belah.

"Kita sekarang sudah memasuki tahun politik. Berhati-hatilah menyebar informasi yang belum kita ketahui kebenarannya, karena bisa jadi merugikan diri sendiri," ucap Johan dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu.

Ia membeberkan, sudah banyak kasus penyebar hoax yang berujung dengan bui. Sebab, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menyebar berita bohong (hoax). Sekarang ini, lanjut Johan, ada Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU. Pelaku pembuat dan penyebar hoax bisa terancam penjara dengan UU ini. Maka itu, semua informasi yang kita dapatkan, mestilah disaring terlebih dahulu agar tidak terjerat.

Johan yang maju menjadi caleg dari Dapil Sumut 1 ini menyontohkan kasus hoax Ratna Sarumpaet dan isu pencoblosan 7 kontainer surat suara di Tanjung Priok. Menurut dia, tidak ada nilai positif dari dua hoax itu, selain hanya memecah-belah dan memberi stigma negatif terhadap pemerintahan yang sah.

Selain itu, katanya, hoax pencoblosan 7 kontainer surat suara yang sempat viral itu juga terkesan sengaja dihembuskan untuk mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu pilpres dan pileg, agar terkesan tidak netral. "Kita sangat menyayangkan hal ini," ujar Johan.

Ia pun mengapresiasi aparat kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus hoax itu. "Kalau kepolisian tidak cepat kemarin, mungkin akan bertambah banyak orang yang terpengaruh. Padahal, kenyataannya, KPU telah bekerja maksimal dan tidak ada keberpihakan," bilangnya.(akbar)

Penulis: Akbar
Editor: Redaksi

Baca Juga