Bawaslu Sumut

Ini 15 Indikator Kerawanan TPS Pemilu 2019

MEDAN– Ada lima belas indikator Kerawanan dalam pemilihan umum (Pemilu) di tempat pemungutan suara ( TPS) yang perlu menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan tim pemantau pemilu.

Hal ini dikatakan Faisal Andi Mahrawa saat menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan akreditasi Pemantau Pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Sumut di LJ Hotel Jalan Perintis Kemerdekaan Medan Jumat ( 8/3/2019).

Menurutnya, lima belas kerawanan di TPS tersebut diantaranya, terdapat pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar di DPT, C6 tidak didistribusikan kepada pemilih, terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat, petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu, ketua dan seluruh anggota KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis.

Inilah diantaranya indikator dari lima belas Kerawanan di TPS yang perlu menjadi perhatian pihak Bawaslu dan tim pemantau pemilu, agar pencoblosan di TPS dan berlangsung dengan jujur dan adil serta aman.

Selain itu Faisal juga menambahkan yang perlu mendapat porsi besar di KPU saat ini adalah bagaimana melakukan pengawasan salah satunya berkenaan dengan apatisme masyarakat.

”Kalau sudah masyarakat katakan atau serukan golput, meski saya tak senang hal itu, tapi itulah yang muncul, dan itu adalah hak masyarakat apakah memilih dan tak memilih,” ucapnya.

Artinya, desaknya, bagaimana KPU bersama Bawaslu  berperan dalam mengugah kesadaran melalui sosialisasi yang bukan hanya sekedar memberi informasi. Percayalah ketika partisipasi rendah, berdampak pada kepemimpinan yang lemah.“Dengan tingkat partisipasi rendah ini juga kita melihat menjadi legitimasi kepada KPU tentunya,” ungkapnya.

Sementara, anggota Bawaslu Sumut, Suhardi Situmorang menegaskan akan berupaya mengoptimalkan kinerja dijajaran pengawas.”Kami berupaya mendorong kekakuan ini, melalui pelaksanaan Bimtek (Bimbingan Teknis) agar baik menjalani setiap proses tahapan itu,” tambahnya.

Suhardi mencontohkan langkah positif dilakukan jajaran pengawas seperti pada pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018 kemarin, di Nias Barat, pengawas menemukan oknum pemilih bisa melakukan pencoblosan lebih dari sekali.“Temuan itu, ditindaklanjuti sampai pada proses pidana yang bersangkutan,” pungkasnya.(mm)

Penulis:

Baca Juga