Seri Kamila Caleg DPRD Sumut Partai PDIP

Meningkatkan Ketahanan Pangan dengan Memanfaatkan Perkarangan Rumah

Ir Seri Karimila Parinduri Caleg No 4 DPRD Sumut Dapil Deliserdang Partai PDI Perjuangan memberikan pelatihan bagi petani dalam meningkatkan pangan dengan memanfaatkan perkarangan halaman rumah.(foto:mm)
Ir Seri Karimila Parinduri Caleg No 4 DPRD Sumut Dapil Deliserdang Partai PDI Perjuangan memberikan pelatihan bagi petani dalam meningkatkan pangan dengan memanfaatkan perkarangan halaman rumah.(foto:mm)

MEDAN - Program pemberdayaan lahan pekarangan rumah dan membuat aneka usaha berbasis rumahan, merupakan objek yang akan menambah dan meningkatkan hasil ekonomi masyarakat, khususnya anggota kelompok tani maupun ibu rumah tangga.

Program ini dapat mengurangi angka kemiskinan, baik dikarenakan rendahnya penghasilan maupun keterbatasan ilmu pengetahuan dan ide, maupun keterbatasan akses yang dimiliki kebanyakan masyarakat pedesaan dan merupakan persoalan bangsa yang harus diatasi secara bersama-sama.

Hal ini ditegaskan Ir Seri Kamila Parinduri, MP, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut yang juga praktisi pertanian, saat bertatap muka dengan Kelompok Tani Desa Marindal, Patumbak, kemarin

Seri Kamila Parinduri Caleg No 4 PDI Perjuangan untuk DPRD Provinsi Sumut Dapil Deliserdang ini memaparkan,solusi bagi warga yang memiliki lahan terbatas untuk bertani adalah dengan memanfaatkan halaman pekarangan rumah. Ini sesuai dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan kecukupan, ketahanan dan kemandirian pangan.

Berdasarkan data statistik, luas lahan pekarangan di Indonesia mencapai 10 juta haktare. Jika pekarangan dapat dioptimalkan fungsinya, sambung Karmila maka akan berkontribusi nyata terhadap kecukupan, ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat.

Berbagai komoditi pertanian bisa ditanami di halaman pekarangan rumah menggunakan pot atau polibag maupun secara vertikultur dengan memanfaatkan tembok dinding rumah.

“Kegiatan ini bisa mengurangi biaya hidup karena setiap rumah memiliki tanaman yang dibutuhkan sehari-hari seperti cabe, sayur-sayuran maupun tanaman obat-obatan,” terang dosen pertanian di beberapa universitas swasta di Sumut ini.

Dalam kesempatan ini, Kamila juga mengajarkan pembuatan pupuk organik cair (POC) kepada warga dan kelompok tani dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.

Ia membawa sampel botol POC yang terbuat dari insang, isi perut (limbah ikan)yang pembuatannya di blender dicampur dengan minuman yakult jika tidak ada EM4 sebagai alat dekomposer.

Bahan limbah ikan yang telah hancur tersebut dimasukkan ke dalam botol di tutup rapat sesekali di kocok agar merata. Selama dua minggu POC sudah dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanaman.

Kamila mengingatkan, upaya menambah income keluarga khususnya kepada kaum perempuan dan ibu rumah tangga dapat ditempuh dengankegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang saat ini digalakkan pemerintah.

Mengolah Dodol Ibu Kayu

Kamila juga mengajarkan pembuatan dodol ubi kayu dari ubi roti. “Saya pernah menghubungkan pengerajin dodol ubi kayu di  Galang dengan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Deliserdang untuk menjadi mitra. Sebagai mitra pengerajin pembuat dodol mendapat bantuan berupa peralatan secara cuma-cuma untuk menjalankan usahanya, disamping mendapat pelatihan dalam manajemen usaha”.

Dalam kunjungannya ke beberapa desa, tambah Kamila, ia menjumpai beberapa kegiatan usaha industri rumah tangga seperti membuat tas dan hasil rajutan menjadi sepatu dari sejenis benang woldi kecamatan Percut Sei tuan dan Hamparan Perak. Kegiatan ini menjadi usaha sampingan kaum ibu layak untuk ditiru sebagai usaha berbasis rumahan dalam meningkatkan pendapatan keluarga.(mm)

Penulis: Amri
Editor: Redaksi

Baca Juga