Dua Kasus Dugaan Pidana Pilkada Taput di Lidik Gakkumdu

Medanmerdeka.com – Anggota Bawaslu Sumatera Utara, Hardi Munthe mengatakan dua kasus dugaan pidana pada Pilkada Tapanuli Utara dan kini keduanya sudah masuk dalam proses penyidikan Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Dua kasus itu sekarang sudah masuk penyidikan ditangan pihak kepolisian yang ada di Sentra Gakkumdu,” kata Hardi Munthe, Senin (2/7/2018) kepada wartawan.

Hardi menjelaskan, dua kasus dugaan tindak pidana pemilu ini dilaporkan oleh dua pihak yakni dari kalangan perseorangan maupun atas nama tim kuasa hukum pasangan calon. Sentra Gakkumdu Pilkada Tapanuli Utara sendiri menurutnya saat ini masih melengkapi seluruh barang bukti dan memintai keterangan saksi sebelum nantinya dilakukan penetapan tersangka dan melanjutkannya ke penuntutan.

“Artinya sekarang masih dalam proses. Memang pelapor menyampaikan ada kecurangan dan lain-lain. Namun itu kan harus ada pembuktian, itulah yang sedang diproses saat ini,” ujarnya.

Terkait tuntutan dari massa yang meminta adanya pemungutan suara ulang untuk pemilihan bupati dan wakil bupati, Hardi memastikan hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan serta merta. Sebab, proses untuk hal itu harus melalui beberapa tahapan yang keseluruhannya dapat membuktikan adanya tindakan pelanggaran secara terencana, terstruktur dan masif.

“Tanpa itu tentu tidak akan ada dasar untuk mengulang pemungutan suara,” jelasnya.Saat ini menurut Hardi, pihaknya sudah berada di Tapanuli Utara memantau proses penanganan kasus ini di Sentra Gakkumdu,”terangnya.(am/mm)

Comment