Kepling “Money Politik” Pilkada Paluta Divonis Bersalah

Medanmerdeka.com – Kepala Lingkungan VI, Gunung Tua, Ramli Tanjung divonis 12 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan politik uang (money politik)  pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) 27 Juli 2018, lalu.

Dalam amar putusannya, sidang majelis hakim yang diketuai  Hasnul Tambunan, Anggraini Sormin (hakim anggota) dan Cakra Parhusip (hakim anggota) menyatakan, terdakwa  Ramli Tanjung, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum memberikan uang sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia secara langsung untuk mempengaruhi agar memilih calon tertentu.

Selanjutnya, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 12 bulan dengan masa percobaan selama 24 bulan.

Selain itu, menjatuhkan pidana denda Rp200 juta, yang apabila denda tidak dibayar akan dipidana kurungan selama 1 bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalankan kecuali kalau di kemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim bahwa terpidana sebelum waktu percobaan selama 24 bulan berakhir telah bersalah melakukan sesuatu tindak pidana.

Selanjutnya, menetapkan barang bukti tiga amplop warna putih yang berisikan uang kertas tukaran lima puluh ribu rupiah dirampas untuk negara.

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta),  melimpahkan penanganan dugaan pelanggaran tindak pidana politik uang kepada penyidik Polres Tapanuli Selatan.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslih Paluta, Panggabean mengatakan, berkas itu merupakan penanganan dugaan pelanggaran pidana dari laporan masyarakat.

“Setelah kita lakukan klarifikasi terhadap pelapor, saksi-saksi dan terlapor, kemudian kita plenokan untuk dilimpahkan ke penyidik Polres Tapsel yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu Padanglawas Utara. Karena ini merupakan pelanggaran pidana, maka diteruskan ke Gakkumdu,”ujar Gabe.(thoriq/mm)

 

Comment