Tak Masuk DPT, KPU Binjai Akomodir Lewat DPK

Medanmerdeka.com - Warga Kota Binjai sudah dapat mengecek namanya di Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan ke 2 (DPTHP-2) Pemilu 2019, yang dipajangdi kantor kelurahan. Bagi pemilih yang belum masuk DPT, tak perlu khawatir karena bisa diakomodir ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Jadi kalau tidak ada di DPT, maka dia akan masuk di DPK dan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan),” kata Komisoner KPU Binjai Abdullah Arkam, Senin (31/12/2018) usai melakukan monitoring DPTHP-2 di Binjai Utara.

Menyangkut jumlah DPK dan DPTb, KPU Binjai belum bisa memprediksi, karena pendataan akan berlangsung hingga April 2019. Saat ini, pihak sudah melakukan penempelan DPTHP-2 di masing-masing kantor kelurahan.

"Komisioner KPU Binjai turun ke lapangan, melakukan pengecekan penempelan DPTHP-2 tersebut. Ketua KPU Zulfan Efendi melakukan pengecekan ke Binjai Barat, Komisioner KPU Risno Fiardi ke wilayah Binjai Selatan dan Arifin Saleh ke Binjai Kota. “Selain tugas PPS dan PPK, KPU mengimbau warga berpartisipasi mengkroscek dan memverifikasi kebenaran datanya masing-masing di kantor lurah,” terangnya.

Arkam menegaskan jumlah DPTHP-2 Kota Binjai sebanyak 190 ribu itu sudah tetap dan tidak bisa diganggu gugat untuk Pemilu di 2019 nanti. "Kalau mereka belum masuk DPT, KPU Binjai mengakomodirnya untuk menggunakan hak pilihnya yang disebut DPK,” kata Arkam.

Agar masuk ke DPK, pemilih harus menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu, DPK juga hanya bisa menyoblos di TPS tempat dia tinggal. "Iya (membawa KTP), itukan regulasinya harus terapkan begitu. Dia bawa identitasnya, dan dia hanya boleh menggunakan hak pilihnya di tempat di mana dia tinggal, dan itu diatur jammya pada jam terakhir (pemilihan),” jelas Arkam.

Sementara itu, Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat, Robby Effendi mengatakan Pemilu serentak 2019 mengenal 3 istilah daftar pemilih yaitu DPT, DPTb, dan DPK. Kata Robby, ketiga istilah itu disebut dalam UU Nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilu, yang akan diturunkan dalam Peraturan KPU tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara yang sampai saat ini masih disusun oleh KPU.

Untuk DPT adalah daftar pemilih yang disusun KPU berdasarkan data pemilih pada pemilu terakhir yang disandingkan dengan data kependudukan Kemendagri. Pemilih kategori ini akan mendapatkan surat pemberitahuan memilih atau C6 dan bisa mencoblos pukul 07.00-13.00 waktu setempat dengan membawa C6 dan e-KTP.

Di Pemilu 2019, KPU Binjai sebetulnya sudah menetapkan DPT sebanyak 190 ribu. Namun, atas masukan parpol dan Bawaslu, DPT itu disempurnakan hingga dua kali yng disebut DPT-HP (DPT Hasil Penyempurnaan).

Robby menguraikan untuk DPTb adalah pemilih yang sudah terdata dalam DPT, namun ingin pindah memilih di TPS yang berbeda dari lokasi yang sudah didata. Sesuai penjelasan di UU Pemilu menyebut beberapa macam pemilih DPTb, diantaranya: Pindah memilih karena menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain, Menjalani rawat inap di rumah sakit atau keluarga yang mendampingi, Penyandang disabilitas di panti sosial, Menjalani rehabilitasi narkoba, Tahanan, Siswa atau mahasiswa yang jauh dari rumah, Pindah domisili atau Korban bencana.

Bagi Pemilih yang ingin pindah memilih, sambung Robby harus mengurus surat pindah memilih (form A5) di Panitia Pemungutan Suara (PPS/kelurahan) paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara 17 April 2019. Petugas PPS akan mencoret nama yang sudah terdata dan memberikan form pindah memilih (A5) untuk diserahkan ke KPU kelurahan tujuan lokasi mencoblos

Pemilih pada DPTb punya kesempatan menggunakan hak pilih yang sama dengan pemilih DPT yaitu antara pukul 07.00-13.00 waktu setempat, dengan membawa form A5 dan e-KTP. Dalam pilkada serentak 2017, kategori pemilih ini disebut sebagai pemilih DPPh atau Daftar Pemilih Pindahan. Namun istilahnya kini berubah menjadi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Sedangkan penjelasan untuk DPK, Robby bilang adalah warga yang punya hak pilih namun belum terdata dalam DPT. Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai alamat pada e-KTP. Tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat e-KTP. Namun, pemilih dalam DPK hanya bisa menggunakan hak pilihnya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup yaitu pukul 12.00-13.00 waktu setempat, dengan catatan selama surat suara masih tersedia. Penting dicatat, apa pun kategorinya, pemilih wajib membawa e-KTP sebagai syarat mencoblos di TPS pada Rabu, 17 April 2019.(amri)

Penulis: Amri
Editor: Redaksi

Baca Juga