Elyas Sembiring: Orang Karo Pasti Bangga Lihat Akhyar Kenakan Uis Gara

MEDAN – Jika kelak diberi amanah memimpin Kota Medan, Akhyar Nasution-Salman Alfarizi akan mengusulkan Kerja Tahunan Merdang Merdem dan budaya lokal lainnya dalam agenda tahunan HUT Kota Medan.

Keinginan ini terungkap dalam pertemuan silaturahmi seniman Kota Medan, Elyas Sembiring bersama calon Walikota Medan, Akhyar Nasution dalam pertemuan di warung kopi, Jalan Melati Raya, Medan Selayang, Selasa (1/12/2020).

Dikatakan Elyas, hubungan Akyar dengan budaya Karo begitu kental. Hal ini dapat dibuktikan ketika Akhyar mengenakan  Uis Gara selendang setiga bertenun Karo. “Ketika Pak Akhyar menggunakan uis gara itu, orang Karo pasti sangat bangga,” kata Elyas.

Hal ini tentunya tak terlepas dari sejarah Kota Medan yang didirikan Guru Patimpus. Oleh karena itu, jika kelak diterpilih sebagai Walikota Medan, Elyas berharap budaya Karo menjadi bagian agenda penting, diantaranya tradisi Merdang Merdem.

Dijelaskan Elyas, Merdang Merdem ini merupakan perayaan tahunan sebagai ungkapan kegembiraan setelah panen padi. Di era modern ini, budaya itu kerap ditampilkan di acara rakyat yang dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron, semacam acara tari tradisional Karo yang melibatkan pasangan muda-mudi. “Masyarakat Karo berharap  budaya Merdang Merdem ini bisa lebih banyak diselenggrakan di Medan,” kata Elyas.

Keinginan Elyas disambut Akhyar Nasution. “Saya tentu akan memberi perhatian bagi budaya lokal di Medan ini, termasuk Karo. Apalagi saya sudah ditabalkan marga Tarigan,” kata Akhyar.

Budaya Merdang Merdem, menurut Akhyar, sudah menjadi agenda tahunan Pemko Medan. Bahkan, ia pernah menghadiri acara Kerja Tahun Merdang Merdem Kota Medan  yang digelar di halaman Medan Club, tahun lalu.

"Saya hadir waktu itu di mana budaya  Merdang Merdem termasuk yang ditonjolkan pada acara itu. Pada peringatan Hari Jadi ke-429 Kota Medan, budaya Merdang Merdem juga ditampilkan," ungkap Akhyar.

Ke depan, Akhyar punya mimpi, jika terpilih pada Pilkada 9 Dersember 2020,  ia akan mengedepankan budaya lokal sebagai wajah kota Medan sehingga lebih menarik minat para wisatawan, sekaligus keberadaan seniman juga  akan lebih  diberdayakan.

"Keberadaan seniman Kota Medan ini pasti akan saya support. Dalam membangun Medan, kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun budaya, sebab  itulah budaya kita tidak boleh hilang. Sehebat apapun kita, kalau sudah duduk di jambur, itu yang punya kuasa penatua adat. Itu yang harus kita jaga. Saya tidak main main, karena saya cenderung membangun dengan pendekatan budaya," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Akhyar berharap, pertemuan dengan para seniman Kota Medan dapat memperkokoh dan meneguhkan kebersamaan. "Jabatan nanti hanya 3,5 tahun. Makanya saya akan menyusun program prioritas, di mana kegiatan budaya akan masuk di dalamnya,” ujar Akhyar.(ril)