Gubsu Ingatkan Titik Rawan Pilgub 2018

PELUNCURAN Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018, oleh KPU Sumut Minggu, malam kemarin (8/10/2017) di hotel Tiara Medan. (foto:uja/mm)
PELUNCURAN Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018, oleh KPU Sumut Minggu, malam kemarin (8/10/2017) di hotel Tiara Medan. (foto:uja/mm)

 

MEDAN - Dengan dimulainya tahapan pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumatera Utara, T Erry Nuradi mengingatkan setidaknya ada beberapa titik rawan yang harus diantisipasi KPU dan Bawaslu. Untuk itu diminta agar persiapan tahapan dilakukan maksimal, sehingga hasilnyapun berkualitas.

Antisipasi tersebut disampaikan Gubernur Sumut Dr HT Erry Nuradi di acara Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018, Minggu malam kemarin (8/10/2017) di hotel Tiara Medan.

Hadir diantaranya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman, Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea beserta anggota Nazir Salim Manik, Yulhasni, Benget Silitonga dan Iskandar Zulkarnain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida Rasahan dan anggota Hardi Munthe, Pangdam I/BB Mayjend TNI Cucu Sumantri, serta para mantan KPU Sumut.

Titik rawan dimaksud Gubenur, yakni penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan  penetapan pasangan calon. Untuk itu, KPU dan Bawaslu berpegang teguh terhadap ketentuan dan aturan main yang telah ada. Tentu ini membutuhkan komitmen kuat serta integritas penyelenggara. Titik rawan lainnya, sambung Erry, adalah saat pelaksanaan kampanye politik. Dalam proses ini, perlu diatur dengan tujuan meminimalisir dampak negatif, serta lebih memaksimalkan tujuan kampanye tersebut. Kemudian lanjut pada poin keempat adalah penetapan pasangan terpilih.

Gubernur memahami akan selalu ada pihak yang merasa tidak puas terhadap hasil Pilkada. Namun para penyelenggara harus senantiasa berupaya menjalankan tugas dan tanggungjawab sebaik mungkin. Karena itu pesta demokrasi ini membutuhkan dukungan semua pihak, baik pasangan calon, partai politik, keamanan maupun masyarakat umum.

"Pelaksanaan Pilgub Sumut 2018 harus kita persiapkan sebaik mungkin, sehingga prosesnya berjalan baik, serta diterima semua pihak. Kita pun berharap, terpilih pemimpin Sumatera Utara yang berkualitas dan amanah," katanya.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea juga menyampaikan komitmen jajarannya hingga tingkat terbawah untuk menjadikan Pilgub Sumut 2018 lebih baik dan berkualitas dengan mengedepankan transparansi serta akuntabilitas. Karena itu, untuk semua kegiatan, disiapkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk Jum teknisnya.

"Pertama, kami bekerja profesional, sesuai aturan yang ada. Kedua kami jaga integritas, menjaga jarak yang sama kepada semua peserta, dan ketiga transparansi," sebut Mulia sekaligus menyampaikan bahwa anggaran Pilgub yang ditampung di APBD Sumut mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah pemilih 10,2 juta orang.

Dalam peluncuran yang diisi dengan lomba maskot dan jingle Pilgub Sumut 2018 tersebut, Mulia mengatakan pihaknya siap menjalankan amanah sebagai penyelenggara dengan persiapan diantaranya yakni rekrutmen penyelenggara adhoc dan anggaran yang telah disepakati sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua KPU RI Arief Budiman berharap besarnya anggaran pesta demokrasi ini, harus diimbangi dengan hasil yang berkualitas, partisipasi tinggi dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Namun yang tidak kalah penting adalah transparansi dan integritas penyelenggara.(uja/mm)