Hasil Survey SPIN, Erry- Edy Bersaing Ketat

Medanmerdeka.com -– Hasil survey Lembaga Survey dan Polling Indonesia (SPIN) Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi bersaing ketat dalam bursa pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), mendatang.

Hasil riset yang dilakukan dengan wawancara sebanyak 1.262 responden dengan menggunakan teknik multistage random sampling, Erry memiliki nilai sempurna bagi masyarakat Sumatera Utara, yakni 93,56 persen, disusul Edy Rahmayadi sebesar 74,96 persen, dan Gus Irawan Pasaribu sebesar 65,89 persen. Sedangkan Djarot yang juga digadang-gadangkan akan mengisi bursa Pilgubsu 2018 berada pada urutan ke empat

"Berdasarkan survei kami, popularitas dan elektabilitas calon kandidat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara beberapa waktu lalu,"ujar Direktur SPIN Igor Dirgantara dalam siaran persnya, Kamis (4/1).

Sedangkan, terkait figur paling layak memimpin, Erry memperoleh dukungan sebesar 37,54 persen, Edy Rahmayadi sebesar 32,45 persen, Gus Irawan Pasaribu sebesar 10,21 persen. Sedangkan Djarot hanya memperoleh dukungan sebesar 9-10 persen.

"Jika Pilkada Sumatera Utara dilakukan hari ini (4/1), maka lagi Erry Nuradi juara dengan 23,89 persen, sementara Edy Rahmayadi mendapat 20,45 persen, Ngogesa Sitepu 8,26 persen, dan Djarot Saiful Hidayat 6,21 persen, Gus Irawan Pasaribu 4,21 persen, dan yang belum memutuskan (undecided voters) sebesar 25,68 persen," katanya lagi.

Hasil survei menetapkan Erry dan Edy Rahmayadi sebagai kandidat yang akan bersaing ketat dalam Pilkada Sumut 2018. Hanya saja, Erry Nuradi unggul bagi pemilih perempuan, yakni sebesar 23,3 persen, sedangkan Edy Rahmayadi unggul bagi pemilih laki-laki, yakni sebesar 24,2 persen.

"Persaingan keduanya terlihat dalam berbagai simulasi yang dilakukan, mulai dari 10 kandidat hingga empat kandidat. Intinya, jika Pilkada Sumut diikuti oleh empat calon gubernur, maka Tengku Erry Nuradi pemenangnya.

Namun jika terdapat lima calon gubernur atau lebih, maka kompetisi akan berlangsung ketat antara Edy Rahmayadi dan Tengku Erry Nuradi sebagai petahana," kata Igor pula.

Sementara itu, hasil survei calon wakil gubernur Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu mendapat dukungan sebesar 25,25 persen disusul Ngogesa Sitepu sebesar 19,21 persen, JR Saragih sebesar 14,23 persen, dan Maruarar Sirait sebesar 8,97 persen. Sementara yang belum memutuskan sebesar 23,56 persen.

Sedangkan, elektabilitas partai politik di Sumatera Utara, Partai Golkar masih teratas dengan perolehan suara sebesar 14,23 persen diikuti PDIP sebesar 12,76 persen, Gerindra sebesar 10,54 persen, Partai Demokrat sebesar 6,9 persen, PKS sebesar 3,13 persen, NasDem sebesar 2,98 persen, PPP sebesar 2,6 persen, PAN sebesar 2,4 persen, Perindo sebesar 1,23 persen, PKB sebesar 1,03 persen, Partai Solidaritas Indonesia sebesar 0,93 persen, dan Hanura sebesar 0,72 persen.

"Belum memutuskan sebesar 39,65 persen serta golput sebesar 0,9 persen. Artinya, jika pemilu legislatif dilaksanakan hari ini, maka Partai Golkar jawaranya disusul PDIP dan Gerindra," kata Igor lagi.

Sementara Erry Nuradi yang namanya disebut-sebut berada diurutan pertama hasil survei tersebut enggan berkomentar banyak. Erry lebih tertarik membicarakan bagaimana Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibawah kepemimpinannya bisa membawa Provinsi Sumut lebih maju dan berkembang menuju Provinsi yang berdaya saing, masyarakatnya sejahtera dan lebih paten lagi kedepan.

"Kita sangat menghargai dan mengapresiasi hasil survei tersebut. Tapi tentunya, kerja kita belum selesai untuk membangun  Sumut yang kita cintai ini. Sumut ini tempat kita lahir, tempat kita bekerja dan bahkan tempat kita kelak menutup mata kembali kepada sang pencipta. Tentu saya pribadi sebagai orang yang diberikan amanah akan terus berusaha keras mewujudkan Sumatera Utara yang lebih paten lagi kedepan. Negara harus bisa hadir ditengah-tengah masyarakat,"ujar Erry saat diminta tanggapannya terkait hasil survei yang dikeluarkan SPIN.(am/mm)