oleh

Irsan Cawako Sidimpuan Dilaporkan ke KPU Pusat

Medanmerdeka.com – Calon Wali Kota (Cawako) Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. Sebab, hingga 30 hari sebelum hari pencoblosan, surat keterangan (SK) pemberhentian dari Gubernur Sumatera Utara (Sumut) belum juga diterima KPU Padangsidimpuan.

“Hingga 30 hari sebelum pencoblosan,  SK Pemberhentian Irsan Effendi Nasution sebagai anggota DPRD Padangsidimpuan belum ada,”ujar Sekretaris LSM Penjara Sumut, Feri Nofirman Tanjung kepada wartawan ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Mengacu ke Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 3/2017, tentang pencalonan gubernur, wakil gubernur,  bupati, wakil bupati dan atau wali kota, wakil wali kota, pada pasal 69 ayat 5, PKPU nomor 3/2017, calon yang tidak menyampaikan Surat Keputusan (SK) pemberhentian dan tidak dapat membuktikan pengunduran diri sedang dalam proses selama 30 hari sebelum hari pencblosan, maka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Artinya, substansi dari ayat 5 tersebut ada dua yaitu, SK pemberhentian, dan melalui proses yang prosedural, sehingga keduanya harus bisa dibuktikan.”Disampaikan SK pemberhentian dan pembuktian sedang dalam proses, karena ayat tersebut tidak merupakan pilihan, sehingga harus dipenuhi keduanya,”imbuhnya kepada wartawan ketika ditemui di rumahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, PKPU nomor 3/2017 itu merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah. Di UU itu tegas dikatakan bahwa, seorang pejabat harus memundurkan diri yang mana kongkritnya harus berhenti atau diberhentikan oleh instansi terkait.

Sebelumnya pihaknya juga sudah melaporkan adanya dugaan pelanggaran tersebut ke KPU Sumut.”Kita berharap agar laporan kami segera ditindaklanjuti, karena saudara Irsan kami duga sudah wajar diberikan status TMS,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Padangsidimpuan, Arbanur Rasyid kepada wartawan mengaku, SK pemberhentian Irsan dari DPRD masih dalam proses. Namun Arbanur tidak menjelaskan lebih jauh.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed