Usai Salat Subuh, Akhyar Terima Dukungan Warga di Medan Labuhan

Usai menunaikan salat subuh berjamaah di Majid Baitul Amal, Jalan Yos Sudarso, Medan Labuhan, Jumat (16/10/2020), Calon Walikota Medan, Akhyar Nasution menerima dukungan para tokoh dan ulama di Medan Labuhan. (foto/Ist)

MEDAN – Usai menunaikan salat subuh berjamaah di Majid Baitul Amal, Jalan Yos Sudarso, Medan Labuhan, Jumat (16/10/2020), Calon Walikota Medan, Akhyar Nasution menerima dukungan para tokoh dan ulama di Medan Labuhan.

Tokoh masyarakat Medan Labuhan, H Munif. Dia mengungkapkan, warga di Medan Labuhan bertekad dukung pasangan nomor urut 1, Akhyar-Salman (AMAN) menjadi Walikota dan Wakil Walikota Medan secara ikhlas dan tanpa iming-iming apapun.

"Kami di sini siap menjadi relawan pak Akhyar-Salman untuk berjuang bersama secara ikhlas dengan niat Lillahi Taala. Ada dua pasangan di Kota Medan. Tapi kita pilih yang paling terbaik di antara keduanya yakni pasangan pak Akhyar-Salman," tegasnya.

Dalam agenda silaturahim dengan warga, Munif melaporkan ada beberapa keluhan warga yang terkena puting beliung dan belum mendapat perhatian pemerintah hingga persoalan banjir yang dihadapi warga di kawasan Medan Utara.

Menjawab dukungan dan sejumlah aspirasi warga, Akhyar menyampaikan, Pemilihan Walikota (Pilwakot) Medan pada kali ini sangat berat tantangannya, namun karena dirinya dan Ustad Salman yakin serta mendapatkan dukungan masyarakat, Insya Allah Akhyar-Salman memimpin Kota Medan.

"Saya sekarang ini mengajak warga Kota Medan untuk kita jaga Medan ini bersama, karena Medan ini rumah kita. Bukan saya merasa hebat, karena saya hanya hamba Allah. Tapi bersama Salman kami bertekad ingin membawa Medan ini jadi kota berkarakter," ucap Akhyar.

Dia mengakui, banyak hal yang belum tersentuh di masa singkat kepemimpinannya sebagai Plt Walikota Medan, pertama program dan anggaran yang telah disusun, ternyata ada pandemi Covid 19, akhirnya anggaran di refocusing dan dialokasikan untuk penanganan pandemic COVID-19.

"APBD ada nyiapkan bahan bangunan untuk bencana. Namun, akibat adanya Covid 19 membuat anggaran dialihkan ke sana, apalagi APBD kita juga menyusut Rp1,4 T dari rencana," sebutnya.

Menyikapi banjir, Akhyar mengajak masyarakat ikut memberi masukan dalam hal penanganannya. Mengingat, secara teknis sangat dibutuhkan ide dan masukan.

"Banjir secara teknis jika ada bapak yang paham, mari kita selesaikan. Saya sudah sering pantau ke mari, mau kita buang air ke Sungai Deli tak bisa karena sekarang lebih tinggi air sungai dari permukaan jalan pada setiap hujan. Mau buang ke laut sekarang sudah sulit karena sudah dikelilingi bangunan. Inilah yang lagi kita fikirkan bagaimana bisa mengatasinya," sebut Akhyar.

Dia juga menyebutkan, selama dirinya menjabat Pemko Medan sudah berulang kali menggelar rapat dengan sejumlah akademisi, pejabat pemerintahan dan sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat. Bahkan, Pemerintah Pusat juga sudah melakukan survey lokasi.

“Sampai saat ini kita terus melakukan koordinasi, tapi kita tidak diam, hal-hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan Danau di Griya Martubung. Cara ini bisa mengurangi genangan air yang ada di jalan,” sebutnya. (ril)