PAD Retribusi Parkir Simalungun Diduga Bocor Ratusan Juta

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun Ramadani Purba.(foto:mm)
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun Ramadani Purba.(foto:mm)

SIMALUNGUN- DPRD Simalungun menyoal kinerja Dinas Perhubungan dalam pengelolaan potensi Pendapatan Asli Daerah  ( PAD) retribusi parkir. Setiap tahun realisasi PAD sangat minim, tak sebanding dengan potensi yang ada.

Anggota DPRD Simalungun Bernhard Damanik mengatakan, informasi yang diperoleh setiap tahun kobtribusi PAD sebesar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Padahal, potensi retribusi parkir setiap tahunnya harus terealisasi sekitar Rp700 juta, dengan target Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

Dia mencontohkan tahun 2017-2018 realisasi PAD retribusi parkir hanya Rp290 juta dan Rp300 juta dari yang ditargetkan Rp2 miliar.

Politisi Partai Nasdem menduga ada kebocoran yang disengaja dalam pengelolaan retribusi parkir sehingga realisasinya minim. "Patut diduga ada kebocoran yang disengaja dalam pengelolaan retribusi parkir sehingga realisasinya minim setiap tahun," ungkap Bernhard, Rabu (9/1/2019)

Akibat pengelolaan retribusi parkir yang tidak optimal, Bernhard menduga selama periode 2017-2018 pemerintah daerah dirugikan antara Rp500 juta hingga Rp 600 juta per tahun.y

Menurutnya, kebocoran yang disengaja dengan diduga dilakukan dengan cara menyetorkan pendapatan parkir tidak sesuai dengan potensi yang ada, dan selebihnya masuk kantong oknum tertentu di Dinas Perhubungan.

Pengelolaan retribusi parkir tahun 2017 memang menjadi temuan oleh Inspektorat Pemkab Simalungun dan saat ini masih dalam proses.

Kepala Inspektorat Pemkab Simalungun, Frans N  Saragih membenarkan jika ada temuan pihaknya dalam pengelolaan retribusi parkir. "Memang ada temuan inspektorat dalam pengelolaan retribusi parkir pada tahun 2017, dan saat ini sedang dalam proses," ujar Frans.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun Ramadani Purba yang dikonfirmasi melalui telepon ,terkait minimnya retribusi parkir dan dugaan adanya kebocoran yang disengaja mengaku sedang rapat."Sedang rapat saya ,sibuk kali pun kau," tegaa Ramadani.(Davis)