Gawat! RSUD H Abdul Manan Kisaran tak Punya Dokter Spesialis Jiwa

Medanmerdeka.com – Sebanyak 340 warga Asahan menderita gangguan jiwa atau disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dari sekian banyak penderita, RSUD H Abdul Manan Simatupang, Kisaran, hanya memiliki 1 dokter jiwa, itupun temporer yang datang sekali dalam seminggu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Aris Yudhariansyah tak bisa berharap banyak untuk mencapai target pemerintah sebagaimana yang digaungkan Program Bebas Pasung tahun 2020, yang diperkuat UU No 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa.

“dr Ferdinan Leo Sianturi spesialis kejiwaan di RSUD H Abdul Manan, namun tidak tetap hanya temporer yang datang seminggu sekali,” kata dr Aris kepada media di Kisaran.

Persoalan ketiadaan dokter spesialis kejiwaan ini, sudah lama disampaikan baik ke Propinsi maupun ke pemerintah pusat. “Kita berharap agar dokter spesialis kejiwaan ada di tempatkan di Asahan, jika tidak program-program pemerintah akan terhambat,” katanya.

Dari 340 ODGJ di Kabupaten Asahan, disebabkan sejumlah factor, baik ekonomi, keluarga, genetic hingga gangguan jiwa akibat dampak pengaruh narkoba.(dhika/mm)

Comment