Terkait Ujaran Kebencian, Oknum PNS di Asahan Ditangkap Polisi

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu didampingi Waka Polres Kompol M. Taufik dan Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, dalam keterangan pers, Rabu (6/11/2019).(foto/Istimewa)

ASAHAN - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, ditangkap polisi akibat menyebarkan ujaran kebencian di media sosial (medsos).

Berdasarkan informasi yang diterima, tersangka yang diketahui bernama Wahyu Adi (38) ini merupakan seorang PNS yang bekerja di bagian Radiologi Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kota Kisaran Kabupaten Asahan.

"Tersangka diamankan di salah satu warung kopi di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Kisaran, Senin (4/11/2019) kemarin", kata Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu didampingi Waka Polres Kompol M. Taufik dan Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja kepada wartawan di Polres Asahan, Rabu (6/11/2019) kemarin.

Kapolres mengatakan, Wahyu ditangkap karena telah menyebarkan ujaran kebencian dengan cara menulis status di laman facebook miliknya dengan kalimat "Rumah Dinas Bupati digunakan untuk memfasilitasi nonton bareng orang "telanjang" yang sebenarnya menyimpang dari budaya Islam itu sendiri. Alasan mendukung putra/ putri daerah tidak boleh kemudian penghalalan segala cara.. lain hal tadi ketika putra/ putri itu tidak beragama Islam, tentu saya tidak akan mengomentarinya". Tulisan tersebut dibagikan di media sosial milik tersangka pada tanggal 15 Oktober 2019.

Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan (nonton bareng) di rumah Bupati Asahan yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2019, bukan seperti yang dituduhkan. "Kegiatan yang sama sebelumnya juga sudah pernah dilakukan di beberapa lokasi lain di ruang terbuka dan dihadiri oleh ratusan orang. Kegiatan tersebut adalah nonton bareng acara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019," jelas Faisal.

"Postingan tersangka di media aosial tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat dan tidak berdasarkan fakta, sehingga dapat menimbulkan kegaduhan di Kabupaten Asahan. Terlepas dari tersangka yang masih mengelak, kita sudah bisa membuktikan dengan 2 alat bukti yang sah dan kita juga sudah meminta keterangan dari ahli bahasa," tegas Kapolres.

Dalam kasus ini, kepolisian mengamankan barang bukti berupa 3 lembar hasil screen shoot postingan media sosial facebook atas nama Wahyu Adi dan satu unit handphone berikut sim card milik tersangka.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) UU no 19 tahun 2016 Subsider Pasal 45 ayat (3) tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan/atau denda Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga