7 Warga Batubara Masuk Daftar ODP? Informasi Hoax

Kepala Puskesmas Kedai Sianam dr. Guruh Wahyu Nugraha, menyangkap memberikan keterangan ODP.(Foto:MEDANmerdeka/Zein)

BATUBARA - Sejumlah media online di Batubara, baru-baru ini menurunkan tulisan yang menyebutkan orang dalam pemantauan (ODP) meningkat dari 2 orang menjadi 7 orang. Namun setelah dikonfirmasi ulang, sumber yang bersangkutan justru menyangkal dan mengatakan informasi tersebut hoax.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Kamis (19/3/2020), Kadis Kesehatan Batubara drg. Wahid Khusyairi mengatakan bahwa kasus virus corona (Vovid-19) di Batubara belum ditemukan, namun terdapat 2 warga yang masuk ODP setelah pulang dari luar daerah.

Namun beberapa hari kemudian sejumlah media online lokal mempublikasikan bahwa OPD bertambah dari 2 orang menjadi 7 orang dengan narasumber Kepala Puskesmas Kedai Sianam, dr.Guru Wahyu Nugraha.

Bertambahnya jumlah ODP membuat warga cemas, terutama warga Kecamatan Limapuluh Pesisir. Namun dr.Guru Wahyu Nugraha menyangkalnya.

Dijelaskan dr.Guru Wahyu Nugraha, terkait pandemic Covid-19 sudah dijelas diatur dan mekanismenya, sehingga untuk tingkat Kabupaten/Kota yang berwenang adalah kepala daerah dan Kepala Dinas Kesehatan.

“Saya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan, semua kwenangan ada di Kepala Dinas Kesehatan. Terkait pemberitaan yang beredar, saya sendiri tidak pernah diwawancarai maupun bertemu dengan wartawan,” tegas dr Guru Wahyu Nugraha, Minggu (22/3/2020).

Oleh karena itu, dr. Guru Wahyu Nugraha mengajak masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi Covid-19, dengan cara tetap menjaga kebersihan serta social distancing (jagak jarak individu).

“Yang pertama harus dipahami masyarakat adalah, semua informasi dan perkembangan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara hanya dikeluarkan Kadis Kesehatan dan Kepala Daerah,” ujarnya.

Komentar

Loading...