Miris! 14 Tahun Berdiri, Ibu Kota Batubara Limapuluh Tak Berkembang

Perempatan Simpang Empat Limapuluh, Batubara, kerap macat karena sempitnya ruas jalan lintas Sumatra, tanpa traffic light dan lampu jalan. (foto:mm/zein)

BATUBARA - Kabupaten Batubara menjadi daerah definitif sejak 8 Desember 2006 lalu dengan ibukota Kecamatan Limapuluh. Namun sayang sudah 14 tahun ditetapkan, perluasan wilayah dan infrastruktur hingga kini tak maju-maju. Bahkan, lampu penerangan jalan hingga kini belum terpasang.

Bahkan, kantor kecamatan dan kantor kelurahan permanen juga belum ada. Hingga kini kantor Kecamatan Limapuluh masih menumpang di gedung UPT Dinas Pendidikan di Limapuluh, sedangkan kantor Lurah Limapuluh menumpang di rumah dinas Camat Limapuluh.

"Kondisi ini sangat kita sayangkan, padahal banyak lahan adan aset pemerintah di Kecamatan Limapuluh yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan kantor Camat dan Kelurahan," kata tokoh pemuda Limapuluh, Zainuddin, Rabu (15/9/2021).

Salah satu contohnya eks kantor Bina Prestasi yang kini dimanfaatkan untuk kantor Satlantas Polres Batubara dan eks Yayasan Manjelis Penyantun Pendidikan Islam (MPPI) yang kini menjadi kantor Kemenag Batubara.

Misirisnya, sambung Zainuddin, 2 unit bangunan milik Pemkab Batubara justru berdiri di lahan tanah wakaf perkuburan muslim di Limapuluh.

"Kita berharap Pemkab Batubara harus mampu menata ulang seluruh aset pemerintah agar benar-benar dimanfaatkan sehingga wajah Kecamatan Limapuluh sebagai ibu kota benar-benar tertata indah dan menjadi ikon daerah," katanya kecewa.

Jangan sampai kasus pelepasan aset PT Socfindo yang sebelumnya sudah membebaskan lahan untuk kepentingan perluasan kota justru jatuh ke tangan oknum-oknum untuk kepentingan pribadi.

Pelepasan aset HGU PT Socfindo dinformasikan akan dibebaskan dalam waktu dekat seluas 50 hektare untuk kawasan perkantoran Bupati dan OPD Pemkab Batubara. Oleh karena itu, Zainuddin berharap, agar pelepasan ini benar-benar dikawal pemerintah pusat sehingga tidak kembali terjadi untuk kepentingan pribadi.

"Pengalihan lahan tersebut jangan lagi menjadi ajang pihak pihak tertentu untuk menguasai lahan yang dibebaskan," tegasnya.

Komentar

Loading...