Pemkab Batubara Bakal Naikkan NJOP

Kepala BPPRD Batubara Rijali. (Foto:MEDANmerdeka/Khairul)

BATUBARA - Pemerintah Kabupaten Batubara bakal menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP). Namun, Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPRD) belum merinci besaran kenaikannya, sebab masih menunggu Peraturan Bupati.

“Bahwa kita memang sudah pantas untuk menaikkan NJOP karena nilai jual tanah yang selama ini jauh dari harga yang sesungguhnya. Kita juga berupaya kenaikan ini tidak menjadi momok bagi masyarakat” Kata Kepala BPPRD Rijali, kemarin.

Dijelaskannya, kenaikan NJOP itu didasari oleh suvey terbaru yang dilakukan. Sebelumnya, patokan harga jual lahan masih bersandar pada angka yang lama. Dimana sebidang tanah masih ada yang dihargai Rp5000 per meternya. dan yang paling tinggi pada kisaran Rp150.000-Rp.200.000 per meter.

“Saat ini harga tanah ada kenaikan dari 100% bahkan sampai 600%. Data hasil kajian analisa zona tanah di berikan kepada Pemkab Batubara dalam hal ini BPPRD dan sudah diterima langsung oleh Bupati Batubara” Jelas Rijali.

Dia juga memaparkan, pada sejumlah kecamatan yang saat ini relatif terjadi perkembangan yang cukup signifikan, seperti Laut Tador, Sei Suka, peningkatan pendapatan PBB yang didasari kenaikan NJOP, diharapkan akan menembus angka sekira Rp8 miliar.

Kontribusi bagi PAD dari sektor Pajak Bumi Bangunan juga digali dari sektor korporasi yang eksis di daerah. PT. Inalum, tutur dia, menyumbangkan sekira Rp7.5 miliar per tahun. PT. Multi Mas Nabati Asahan menembus Rp400 juta. Khusus untuk perusahaan terakhir itu, menurut dia, perolehan PBB, diperkirakan akan bertambah sejalan dengan bertambahnya bangunan baru.

Komentar

Loading...