Satgas Covid Batubara Sangkal Pernyataan Jubir Pemprov Sumut, Begini Ceritanya…

Juru Bicara Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Kabupaten Batubara dr Wahid Khusyairi (tengah) didampingi Kadis Kominfo Andri Rahardian. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

BATUBARA -  Juru Bicara Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Kabupaten Batubara dr Wahid Khusyairi membantah jika ada penambahan 2 pasien positif Covid-19. Bahkan dr Wahid meminta GTPP Provinsi Sumut untuk menghapus data tersebut.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Satgas Covid-19 Batubara, dua pasien atas nama RR (21) warga Desa Bagan Baru, Kecamatan Nibung Hangus, dan NN (15) warga Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, tidak dapat ditempatkan sebagai kasus terkonfirmasi.

“RR bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Medan, dan bukan transmisi lokal di Batubara,” jelasnya, Senin (29/6/2020).

Bahkan, untuk kasus NN, sambung dr Wahid pihaknya mendapatkan penjelasan dari pihak keluarga kalau anaknya tidak pernah melakukan perjalanan ke Medan dan tidak pernah melakukan pemeriksaan PCR di RS USU.

Dr Wahid juga memaparkan perkembangan terkini seorang pasien positif Covid-19 warga Desa Lubuk Hulu, Kecamatan Datik Limapuluh dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi selama 14 hari di RSUD Batubara dan sudah diperkenankan pulang ke rumah.

Komentar

Loading...