Tiga Oknum Inspektorat & Kades Batubara Terjaring OTT

DIPERIKSA : Kades Durian Hariadi bersama tiga oknum ASN Inspektorat Kabupaten Batubara menjalani pemeriksaan setelah tertangkap tangan pungli dengan modus audit/pemeriksaan.(foto:ist/mm)

DIPERIKSA : Kades Durian Hariadi bersama tiga oknum ASN Inspektorat Kabupaten Batubara menjalani pemeriksaan setelah tertangkap tangan pungli dengan modus audit/pemeriksaan.(foto:ist/mm)

Medanmerdeka.com – Tim Intelkam Polres Batubara melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Inspektorat dan seorang Kades di Kabupaten Batubara, Kamis sore kemarin (9/8/2018).

Para tersangka ditangkap ketika hendak masuk ke dalam mobil mini bus, sekembali melakukan audit dan pemeriksaan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) terhadap Kepala Desa (Kades) Durian, Kecamatan Sei Balai.

Adapun empat tersangka yang hingga kini masih menjalani pemeriksaan, masing-masing JU, VH dan YO. Setelah menjalani pemeriksaan Sat Intelkam, ketiga oknum tersebut diserahkan ke Satreskrim untuk pengembangan, termasuk Kades Durian Hariadi.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Intelkam AKP Trio Romi Manik, Jumat (9/8/2018) mengatakan pengungkapan OTT ini berdasarkan kerjasama kepolisian dan masyarakat. Informasi-informasi yang masuk ke polisian, kemudian dikembangkan personil di lapangan, sekaligus mencari bukti-bukti yang otentik.

Dalam OTT oknum Inspektorat Kabupaten Batubara, polres menurunkan tim Kasat Intlekkam AKP Trio Romi Manik didampingi KBO Sat IK Iptu Syahrial Siregar dan anggota turun memantau gerakan Tim Inspektorat yang berangkat menuju Kecamatan Sei Balai dengan modus melakukan pemeriksaan ADD.

Dari hasil pemeriksaan awal, tim Inspektorat Kabupaten Batubara terdiri dari tiga orang yang dipimpin JU, didampingi tim pemeriksa SPJ ADD berinsial VH dan YO. Kamis pukul 11.00 WIB, rombongan tiba di kantor Balai Desa Durian untuk melakukan pemeriksaan terhadap Bendahara Desa, Junita.

“Oknum-oknum ini datang dengan modus mempertanyakan pembayaran pajak penggunaan anggaran desa. Menurut pengakuan kepala desa, semua pajak-pajak sudah disetorkan ke Negara dan hanya satu yang belum dibayarkan yaitu penggunaan internet,” papar Kapolres.

Setelah melakukan pemeriksaan, oknum tersangka VH memberi isyarat kepada Kades Hariadi untuk membekali tim inspektorat dengan “amplop” berisi uang kepada rekannya YO. Permintaan ini disepakati Kades Hariadi dengan diberikannya amplop berisi uang tunai Rp3 juta.

Polisi yang sudah memantau gerakan ketiga oknum tersebut langsung bergegas menghentikan dan menggeledah. Saat itulah ditemukan amplop putih berisi uang tunai Rp3 juta. Untuk penyelidikan, ketika pelaku dan oknum Kades Hariadi bersama barang bukti digelandang ke Mapolres Batubara.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Batubara AKBP Robinson mengimbau semua pihak, pemerintahan hingga tingkat desa dan masyarakat untuk  bersama-sama menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan. “Para tersangka tidak bisa mengelak, jika barang bukti uang tunai ini merupakan hasil pungli dengan modus pemeriksaan,” tegas Kapolres.(indra/mm)

Comment