Terkait Pembangunan Sudirman Grand Palace

Dewan Desak Wali Kota Tinjau Ulang Izin Bangunan

SIDIMPUAN - Fraksi Demokrat DPRD Padangsidimpuan, meminta agar Wali Kota Irsan Effendi Nasution, agar meninjau ulang izin pembangunan Sudirman Grand Palace, di Jalan Serma Lian Kosong.

Alasannya, pembangunan ini dinilai berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, terutama Sungai Batang Ayumi.

"Kami meminta saudara wali kota agar meninjau ulang izin pembangunan, karena bisa berdampak negativ terhadap sungai yang ada di daerah itu,"ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padangsidimpuan, Khoiruddin Nasution, (11/2/2019).

Mantan aktivis mahasiswa itu menduga, bangunan Sudirman Grand Palace itu sudah menggunakan daerah aliran sungai (DAS).

"Saya tidak setuju adanya pembangunan itu, karena menggunakan sebagian alur sungai dan dapat membahayakan masyarakat," tutur politisi Partai Demokrat, dengan nada kecewa.

Menurutnya, bukan hanya kelangsungan hidup manusia saja yang harus dipikirkan, namun, banyak jenis makhluk hidup yang di dalam sungai.

Sejak lama, masyarakat yang tinggal di kawasan itu sudah menjadikan sungai tersebut sebagai kawasan lubuk larangan. Dengan adanya pembangunan itu, maka akan berdampak terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di sungai.

"Jangan sembarangan membangun saja, apalagi di dekat sungai. Makanya, saya berharap wali kota agar segera meninjau ulang izin pembangunannua," tegas Khoir.

Sambung Khoir, kesehariannya masyarakat di wilayah itu menggunakan air sungai untuk keperluan hidup seperti, mandi dan mencuci pakaian.

Dikhawatirkan, apabila pembangunan komplek tersebut tidak memiliki dokumen yang lengkap, maka akan berpengaruh terhadap warna dan rasa air.

"Jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi saja, tapi lihat efecknya kepada masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah mengatakan, pihaknya sudah memanggil saksi ahli dan dinas terkait terkait pembangunan komplek ruko itu. Dari keterangan saksi ahli, ternyata pembangunan ruko tersebut hanya melanggar Perda.

"Dari keterangan para saksi, untuk sementara tidak ada ditemukan unsur pidana, karena hanya melanggar perda,"tegas Abdi.(mm)

Penulis: Thoriq
Editor: Redaksi

Baca Juga