Terkait Pungli Pengadaan fingerprint

ILAJ Laporkan Pimpinan OPD dan Camat Simalungun ke Kejari

PUNGLI : Ketua ILAJ Fawer Full Fander Sihite memperlihatkan surat laporan dugaan pungli terhadap ASN Pemkab Simalungun untuk pengadaan mesin absen elektronik (finger print).(foto:mm)
PUNGLI : Ketua ILAJ Fawer Full Fander Sihite memperlihatkan surat laporan dugaan pungli terhadap ASN Pemkab Simalungun untuk pengadaan mesin absen elektronik (finger print).(foto:mm)

SIMALUNGUN – Insitute Law and Justice (ILAJ) atau lembaga hukum dan keadilan melaporkan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Ddaerah (OPD) Pemkab Simalungun ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun.

Laporan ini disampaikan terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap aparatur sipil negara (ASN) dalam pengadaan absensi elektronik sidik jari (fingerprint) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun.

Ketua ILAJ, Fawer Full Fander Sihite didampingi Sekretaris Alfredo Pance Saragih mengatakan, dalam laporan ini pihaknya meminta Kejari Simalungun untuk memeriksa sejumlah pimpinan OPD dan 32 Camat se-Kabupaten Simalungun.

Adapun OPD yang dilaporkan, diantaranya yaitu; Kepala Bappeda,Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Badan KB, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perhubungan dan para camat atas dugaan melakukan pungli sebesar Rp100 ribu kepada para ASN untuk pengadaan mesin absensi elektronik atau finger print.

"Laporan ini kami sampaikan Kamis 21 Maret 2019 terhadap sejumlah pimpinan OPD dan 32 camat sudah dilaporkan ILAJ ke Kejari Simalungun diterima staf bagian umum Ramli,atas dugaan pungli terhadap ASN untuk pengadaan fingerprint," tegas  Fawer, Jumat (22/3/2019).

Aktivis pemuda itu menambahkan,ILAJ akan terus mengikuti perkembangan penanganan laporan dugaan pungli tersebut sehingga diharapkan penanganannya serius dilakukan.

Fawer mengatakan dari investigasi yanh dilakukan pihaknya dan informasi dari pemberitaan salah satu media nasional,para ASN diminta berpartisipasi sebesar Rp 100 ribu untuk pengadaan finger print di seluruh OPD dan kantor pemerintahan kecamatan.

Pihak kejadian Simalungun ,melalui staf bagian umum,Ramli membenarkan adanya laporan ILAJ ke pihaknya terkait dugaan pungli terhadap ASN Pemkab Simalungun untuk pengadaan finger print.

Dia mengatakan laporan ILAJ akan disampaikan ke Kajari Simalungun untuk ditindaklanjuti. " Laporan akan disampaikan ke Kajari Simalungun untuk ditindaklanjuti," kata Ramli.(mm)

Penulis: Davis
Editor: Redaksi

Baca Juga