Warga Desak Kepolisian Tangkap Pelaku Perusakan

Jembatan Ranto Baek-Sinunukan Dipotong Pakai Mesin Las

DIRUSAK - Jembatan yang menghubungkan Caroce Tandikek, Kecamatan Rano Baek menuju Kecamatan Sinunukan, atau sebaliknya, Kabupaten Madina sengaja dipotong pakai mesin las.(foto:mm)
DIRUSAK - Jembatan yang menghubungkan Caroce Tandikek, Kecamatan Rano Baek menuju Kecamatan Sinunukan, atau sebaliknya, Kabupaten Madina sengaja dipotong pakai mesin las.(foto:mm)

MADINA - Jembatan yang menghubungkan Caroce Tandikek, Kecamatan Ranto Baek menuju Kecamatan Sinunukan, atau sebaliknya, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dirusak oknum tertentu.

Pengerusakan yang disengaja ini jelas terlihat, bahkan menggunakan mesin las listrik untuk memotong kerangka jembatan yang terbuat dari besi baja. Sayangnya, aksi orang berpengaruh di desa tersebut tak satupun warga yang berani melarangnya.

Sementara, Camat Ranto Baek, H Gong Matua Nasution yang dikonfirmasi terkait perusakan akses transportasi via telephone selularnya tidak berhasil diminta keterangan.

Informasi yang dihimpun, jembatan Caroce Tandikek merupakan jembatan alternatif jalur transportasi yang menghubungkan sejumlah kecamatan. Sehari-harinya, jembatan ini merupakan jalur potong bagi warga untuk membawa hasil produksi pertanian menuju ibu kota.

Selain dilalui pemakai jalan, jembatan ini mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kekuatan jembatan bersejarah ini mampu menopang beban berat, karena kerangkanya terbuat dari besi baja yang besar.

"Semua warga tau siapa yang sengaja merusak jembatan ini, namun tidak ada yang berani. Perusakan dilakukan karena terjadinya persaingan bisnis," kata warga, yang enggan namanya dipublikasikan.

Pengerusakan sudah berjalan dua minggu. Sejumlah kendaraan yang biasa melintas kini sudah tidak berani lagi karena takut jembatan ambruk. "Sekarang kendaraan tidak berani melintas, karena kerangka besinya sengaja dipotong pakai mesin las," ujar warga kecewa.

Bahkan beredar kabar, perusakan jembatan ini akan lebih besar lagi, Kabar yang diterima warga, jebatan tersebut akan dibongkar habis sehingga warga kedua kecamatan tidak bisa melintas. "Kalau ini dilakukan, maka akses jalan dan produksi panen warga akan terganggu. Jelas, perekonomian masyarakat akan merosot karena jalur lintas ini sangat vital," kata warga lainnya.

Melihat kejahatan ini, warga hanya bisa pasrah dan mendesak pihak kelurahan, kecamatan dan kepolisian Polres Madina untuk turun tangan menindak dan menghukum pelaku perusakan. Warga berharap, persoalan ini segera ditindaklanjuti, sebab sudah mengganggu kenyamanan dan ekonomi warga.(Iswadi Nst)

Penulis: Iswadi Nst
Editor: Redaksi

Baca Juga