Juri Tetapkan 6 Pemenang Lomba Menulis Mitos/Legenda di Sumut

MEDAN - Dewan juri lomba menulis mitos/legenda cerita rakyat Sumatera Utara yang diselenggarakan Forum Sastrawan Deliserdang (Fosad) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Sabtu sore (19/10) mengumumkan pemenang lomba.

Panitia lomba menyebut, lebih dari seratus naskah peserta dari berbagai daerah kabupaten/kota di Sumatera Utara telah masuk ke meja panitia sejak lomba tersebut dibuka pada 20 Juni hingga ditutup 20 Agustus 2019.

Dari hasil seleksi, dari seratusan lebih naskah tersebut, 33 naskah di antaranya dinyatakan lolos kurasi oleh tim juri yang diketuai oleh sastrawan dan kritikus, Mihar Harahap.

Menurut Mihar, penilaian juri didasarkan pada aspek keaslian karya, aspek penceritaan, aspek bahasa dan aspek pemenuhan persyaratan lomba sebagaimana yang telah ditetapkan panitia. 33 naskah merupakan cerita rakyat yang berkembang di berbagai kota/kabupaten se-Sumut.

Kepada para pemenang, selain mendapat hadiah uang tunai, juga akan mendapat sertifikat. Sedangkan 27 penulis naskah yang lolos kurasi, juga akan mendapat hadiah hiburan berupa uang tunai dan sertifikat.

Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba akan dilaksanakan bertepatan dengan perayaan HUT ke-2 Fosad pada Selasa, 29 Oktober 2019 di MIS Hidayatullah, Desa Sena, Batangkuis.

“Insya Allah, jika tak ada halangan, semua naskah para pemenang dan naskah yang lolos kurasi akan diterbitkan oleh Fosad dalam satu buku cerita mitos/legenda Sumatera Utara,” kata Mihar.

Enam Naskah Pemenang:

  1. Pemenang I Asa Hasanah : Sukmo Ilang di Kampung Kolam.
  2. Pemenang II M.Agus Salim: Sandeyan Raja
  3. Pemenang III Arifin : Legenda Datuk Matapao
  4. Harapan I M Aulia Lubis : Asal Kota Borala
  5. Harapan II Wahidah Rahmadhani  : Putri Nae Manggale
  6. Harapan III Riduan Situmorang      : Legenda Dolok Partangisan.

27 penulis naskah yang lolos kurasi:

  1. Pangeran Nipahu  : karya Rosintan Hasibuan
  2. Si Marhala & Pulau Berhala  : karya M. Syahrul Ramadhan
  3. Sang Putri dan Seekor Naga : karya Embart Morganna
  4. Inang-Inang Lembukot : karya Syafrizal Syahrun
  5. Sungai Kuruk-Kuruk : karya Wiji Utami Lestari
  6. Legenda Batang Kwis : karya Endra Mulyadi
  7. Legenda Danau Lau Kawar : karya Fitri Yani
  8. Legenda Goa Tao Delapan Putri : karya Antonius Silalahi
  9. Asal Mula Aren : karya Askolani
  10. Legenda Panglima Nayan : karya Sukarnoto
  11. Lagu Enau : karya Adelina Savitri Lubis
  12. Tujuh Putri dan Tujuh Pangeran : karya Winarti, Spd, M.Pd
  13. Tambun Tulang dan Batu Pikir Silau Laut : karya Tifatul Husna
  14. Legenda Batu Porang Aji : karya Tomson Panjaitan, S.Pd.
  15. Asal Usul Si Bintang : karya Siti Hasanah
  16. Legenda Tao Sipinggan Dan Tao Silosung : karya Anita Denike Siregar
  17. Syeikh Kubah Terbang Yang Suka Makan Keladi : karya Ayub Hamzah Fahreza
  18. Raja Omas Dan Asal Mula Saringon : karya Sri Lestari Nainggolan
  19. Legenda Putri Bidadari Si Boru Natumandi : karya Purnama Melani
  20. Legenda Aek Sipang : karya Parno S Mahulae
  21. Asal Usul Tanjung Beringin Dan Batu Melenggang : karya Ihsan Tabrani Surya
  22. Legenda Batu Pindah Tanjung Tiram : karya Fita Fitria
  23. Hikayat Hariara : karya Adi Putra
  24. Dolok Marbulang Ombun : karya Juliana
  25. Putri Ular : karya Muthia Khairuni
  26. Tragedi Cinta Tualang dan Raso : karya Bobby Mahzai Marpaung
  27. Legenda Datuk Kota Bangun Dan Guru Patimpus : karya Nevatuhella.(rel)
Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga