Kadisdukcapil Tekankan Soal Basis Analisis Data

MEDAN - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Sumatera Utara (Sumut) Dr Ismael P Sinaga menekankan kepada seluruh Disdukcapil kabupaten/kota untuk menyiapkan profil kependudukan dengan baik, bukan sekadar pelayanan administrasi. Dalam hal ini analisis data di beberapa sektor kedinasan perlu disiapkan.

“Disdukcapil ini apa sich (pada hakekatnya), hanya mengurusi pencatatan sipil dan kependudukan. Tetapi kenyataan ini selalu dijauhkan. Padahal Disdukcapil itu lebih dari sekadar cata mencatat dan pelayanan seperti KTP, KK, Akte Kelahiran dan data (biasa),” ujar Ismael saat membuka Rapat Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan dan Penyusunan Data Agregat Kependudukan (DAK) per Semester tingkat Provinsi, di Hotel Madani, Medan, Kamis (27/6/2019).

Tugas dari lembaga ini, kata Ismael, harus lebih proaktif. Mengingat selama ini pola pikir terhadap Disdukcapil yang terbanyak adalah pelayanan semata. Padahal menurutnya pengelolaan informasi menjadi satu tolok ukur bahwa dinas ini, baik di provinsi dan kabupaten/kota sangat penting. Karena itu, untuk peningkatan kinerja, harus ada regulasi seperti peraturan kepala daerah, agar basis data lebih informatif dan dianalisis.

“Jadi nanti profil yang disusun itu, bisa digunakan untuk sektor kesehatan, pendidikan, sosial dan ketenagakerjaan. Jadi ada analisis data di sana. Karena bagaimana kita (pemerintah) mau membuat kebijakan kalau tidak ada informasi kependudukan. Apalagi kita ada 31 elemen data kependudukan yang bisa digunakan oleh lembaga lain seperti BPS (Badan Pusat Statistik),” katanya.

Adapun elemen data tersebut diantaranya mulai dari nama, alamat, jenis kelamin, nama orang tua, data biometrik berupa sidik jari dan iris mata, hingga elemen lain yang memuat rahasia pribadi seseorang. Dengan dasar itu, Ismael menekankan harus ada perbaikan setiap tahunnya.

“Bayangkan saja misalnya, dari mana orang dapat data warga miskin tanpa data dari Disdukcapil. Makanya kita sebagai otoritas tunggal terhadap data itu harus siap. Jadi saya ingatkan, agar buku profil kita (di kabupaten/kota) tahun depan harus lebih baik. Salah satu indikatornya adalah buku profil,” sebut Ismael.

Ismael juga berharap ada penambahan sektor selain dari empat yang disebutkan sebelumnya. Sehingga kinerja lembaga yang dibawahi Ditjen Disdukcapil ini diukur dari berapa sektor yang dianalisis dari data yang dimiliki. Karena tanpa itu, akan sulit membuat perencanaan yang dilakukan dinas terkait serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sementara mewakili para pemateri dari USU, Onan M Siregar bersama Hatta Ridho menyampaikan bahwa di negara lain, lembaga kependudukan merupakan kunci data kewarganegaraan. Sehingga semua basis data yang dibutuhkan untuk menganalisis kondisi warga negara, berikut kompleksitasnya lebih akurat.

Acara ini berlangsung selama dua hari selama 27-28 Juni 2019. Seluruh peserta dari seluruh kabupaten/kota diminta menyiapkan profil kependudukan dengan memuat analisis sejumlah sektor kedinasan. Untuk tahun depan, sektor terkait perlu ditambah, seperti pertanian, pariwisata dan seterusnya, untuk keperluan pendataan.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga