Kasus Meningkat, Bupati Simalungun Tak Konsisten Tangani COVID-19

Data Grafis Simalungun/istimewa.

SIMALUNGUN - Angka kasus terkonfirmasi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terus meningkat. Dalam tiga hari terakhir, penambahan per hari mencapai 20 kasus.

Wakil Ketua DPRD Simalungun Sastra J Sirait mengatakan, kenaikan ini membuktikan Satgas COVID-19 yang diketuai Bupati Simalungun Ridiapoh H.Sinaga tidak konsisten dalam menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) mencegah dan menanggulangi COVID-19.

Berdasarkan data, sambung Sastra tanggal 28 Juli 2021, kasus terkonfirmasi COVID-19 mencapai 256, kemudian selang sehari naik menjadi 276 kasus dan hingga Jumat 30 Juli 2021, mengalami peningkatan mencapai 303 kasus.

"Saya menilai Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga tidak konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan,di tengah pandemi COVID-19, terbukti dalam kurun waktu 3 hari, penambahan kasus per hari mencapai 20 kasus, bahkan saat ini sudah menembus angka 303," kata Sastra, Jumat (30/7/2021).

Dia menambahkan di masa bupati JR Saragih, penambahan kasus COVID-19 bisa diminimalisir tidak pernah mencapai 20 kasus penambahan per hari, karena penerapan Prokes memang ketat di tengah-tengah masyarakat.

Ironisnya kata Sastra, informasi yang diterimanya, di tengah pandemi COVID-19, Bupati Radiapoh masih saja menggelar kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumuman massa seperti gotong royong dan rapat-rapat di kantor bupati di Raya, di kediaman pribadi Bupati dan kediaman dinas Wakil Bupati.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, padahal Mendagri Tito Karnavian sudah menegaskan kepala daerah mulai Gubernur, Bupati dan Walikota yang tidak konsisten menerapkan Prokes COVID-19 dapat diberhentikan dari jabatannya.

Alasan pemberhentian menurut Sastra, Bupati Simalungun tidak mematuhi instruksi Mendagri nomor 6 Tahun 2020 tentang pencegahan prokes untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

"Instruksi Mendagri itu memperhatikan ketentuan dalam undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular," ujar Sastra.

Jadi Sastra berharap Bupati Radiapoh H Sinaga tidak mengabaikan instruksi mendagri terkait penerapan Prokes, sehingga angka kasus terkonfirmasi COVID-19 tidak mengalami lonjakan setiap harinya.

"Jika kasus terkonfirmasi COVID-19 di Simalungun terus melonjak, bukan tidak mungkin Bupati Radiapoh H Sinaga dicopot dari jabatannya karena dinilai melanggar undang-undang," kata Sastra.

Humas Satgas COVID-19 Simalungun, Akmal H Siregar yang dikonfirmasi terkait lonjakan kasus terkonfirmasi dalam kurun waktu 4 hari belakangan ini mengakuinya.

"Sesuai data yang diterima Satgas memang mengalami kenaikan ,dan saat ini sudah 303 terkonfirmasi Covid 19 dengan angka kematian terkonfirmasi 171 orang," ujar Akmal.