Jajaran OPD Langkat Siap Sukseskan SP2020

Kabid IKP Diskominfo Langkat M Faisal menyampaikan pendapat dalam rakor SP2020, di ruang Pola Kantor Bupati Langkat. (Foto:MEDANmerdeka/Ist)

STABAT – Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Langkat diminta mengoptimalkan pengisian data secara online untuk mendukung suksesnya sensus penduduk 2020 (SP2020). Untuk mensukseskan program nasional ini, tujuh OPD melakukan perjanjian kerjasama pemanfaatan pendataan penduduk.

Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili Asisten I Pemerintahan Abdul Karim dalam rakor sensus penduduk 2020,di ruang pola kantor Bupati Langkat, di Stabat, Rabu (12/2/2020).

Ditegaskan Karim, tujuan SP2020 merupakan kegiatan pendataan lengkap penduduk Indonesia, dengan tujuan menyiapkan data jumlah komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk yang menjadi  dasar dalam menetapkan perencanaan dan kebijakan pemerintah.

“OPD yang terlibat dan terkait dalam pendataan ini untuk bersinergi dengan Badan Statistik agar pelaksanaan SP2020 berjalan sesuai yang kita inginkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu Kadis Kominfo Langkat H Syahmadi diwakili Kabid IKP Diskominfo Langkat M Faisal mengatakan, menyatakan, pihaknya akan bekerja semaksimal untuk mensuksekan SP2020.

Sebagaimana yang diamanatkan melalui peraturan Gubernur Sumut No 56 tahun 2018, tentang penyelenggaraan statistik sektoral Provsu. “Bahwa Dinas Kominfo sebagai wali data daerah,” terangnya.

Plt.Kadis Dukcapil Amansyah, menjelaskan, untuk pemanfaatan data sudah dilakukan penandatanganan kerjasama bersama tujuh OPD, yakni Diskominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas PMP2TSP, Badan Pendapatan Daerah dan RSUD Tanjung Pura.

“Perjanjian itu dibuat berdasarkan UU 24 tahun 2013 pasal 58 ayat 4. Saat ini perjanjiannya sedang dalam tahap persetujuan user id oleh Ditjend Dukcapil Kemendagri untuk selanjutnya ke tahap ujicoba dan implementasi,”terangnya.

Selanjutnya, Kepala BPS Langkat Tutik Hidayati, menerangkan, SP2020 pendataan  menuju satu data kependudukan, adalah sensus dengan menggunakan metode kombinasi yakni pendataan menggunakan online dan tradisional, yang dibuka mulai 15 februari  sampai 31 maret 2020 mendatang.

Caranya, masyarakat bisa mendaftarkan diri dengan cara mengisi Sensus Pendudukan Online (SPO), dengan membuka aplikasi browser internet pada perangkat Smart Phone, laptop atau komputer. Lalu klik laman resmi (website) sensus.bps.go.id,  setelahnya isi keterangan kependudukan dan perumahan yang ditanyakan secara lengkap. Kemudian unduh bukti telah berpartrisipasi pada SPO pada tampilan halaman terakhir.

Sedangkan bagi penduduk yang belum berpartisipasi dalam SPO, akan dicatat oleh petugas sensus pada 1 sampai 31 juli 2020 dengan langsung mendatangi  masyarakat dirumahnya untuk melakukan verifikasi langsung (metode tradisional).

“Sensusnya dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Disdukcapil dan pihak terkait lainnya, sehingga data de facto yakni data berdasarkan tempat tinggal dan data de jure yakni data berdasarkan administrasi, semuanya tersedia. Sehingga tidak adalagi polemik terkait data kependudukan,”terangnya.

Tujuan sensus ini, sambung Tuti, untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia untuk menuju satu data kependudukan Indonesia. Untuk informasi yang dikumpulkan, antara lain jenis kelamin, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir serta ketersediaan  akta kelahiran, kewarganegaraan, suku bangsa, agama, tingkat kependidikan , pekerjaan serta karakteristik perumahan.

Sembari menyampaikan, untuk tahun 2030, baru akan diberlakukan pendataan registrasi, yakni data pemuktahiran yang diambil dari data yang di upload Disdukcapil oleh BPS.