Pemkab Langkat Tekan Angka Stunting

LANGKAT - Bappeda dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Langkat menggelar rembuk stunting. Hal ini merupakan salah satu komitmen mengatasi persoalan stunting dengan melakukan intervensi spesifik dan sensitif persoalan gizi.

Kepada Bappeda Langkat, H Sujarno mengatakan intervensi sennsitif guna mencari akar masalah yang bersifat jangka panjang.

"Tujuan rembuk stunting yaitu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencengah dan menurunkan prevalensi stunting," kata Sujarno, Senin (15/4/2019).

Sujarno mengajak semua pihak untuk menjadikan rembuk stunting sebagai momentum mencanangkan intervensi penurunan stunting, terintegrasi dan memperluas intervensi secara bertahap.

Sementara itu, dr Sadikun Winato mengatakan, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI tahun 2013, Kabupaten Langkat prevalensi stunting mencapai 55,48 persen.

"Tahun 2018 setelah dilakukan revaluasi dan verifikasi oleh Dinkes Langkat di Lokus stunting terhadap 8 kecamatan dan 10 desa,  menunjukan penurunan prevalensi stunting sebesar 23,20 persen," terangnya.

Meskipun ada penurun, sambungnya, upaya untuk menurunkan angka stunting di Langkat harus terus dilakukan. Mengingat Langkat salah satu daerah dari 100 kabupaten/kota,  intervensi percepatan penurunan stunting.

Adapun yang dilakukan Pemkab Langkat dalam menekan angka stunting antara, pendataan stunting melalui survey gizi di Lokus 10 Desa, kedua monitoring dan pendataan ulang stunting melalui survey gizi di Lokus 10 Desa  diperoleh data anak stunting yang lengkap (by name  by address).

Kemudian yang ketiga peningkatan kapasitas petugas terkait penanggulangan  stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak melalui pola pengasuhan anak,  dan keempat intervensi gizi sensitif berupa peningkatan akses air bersih dan lingkungan yang sehat bekerjasama dengan OPD lainnya.(mm)

Penulis: Amri
Editor: Redaksi

Baca Juga