Bupati Pakpak Bharat Remigo Raih Anugerah Kihajar 2018 

PRESTASI: Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi Ph.D menyerahkan penghargaan Anugerah Kihajar ke 7 Tahun 2018 kepada Bupati Pakpak Bharat Dr Remigo Yolando Berutu M.Fin, MBA, Jumat malam di Jakarta.(foto:ist/mm)

PRESTASI: Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi Ph.D menyerahkan penghargaan Anugerah Kihajar ke 7 Tahun 2018 kepada Bupati Pakpak Bharat Dr Remigo Yolando Berutu M.Fin, MBA, Jumat malam di Jakarta.(foto:ist/mm)

Medanmerdeka.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan anugerah Kihajar kepada Bupati Pakpak Bharat, Dr Remigo Yolando Berutu M.Fin, MBA. Prestasi gemilang ini diraih karena Remigo dianggap telah berhasil memajukan dunia pendidikan melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Anugerah ini diserahkan langsung Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi Ph.D, didampingi Ka. Pustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto, Ph.D. pada malam Anugerah Kihajar ke-7 tahun 2018, di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

“Kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan sulit dihindari, selain tuntutan kemajuan zaman, juga karena kondisi negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau maka TIK merupakan salah satu solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu. Kemendikbud memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah berupaya keras dalam memajukan pendidikan dengan mendayagunakan TIK di wilayahnya,” tutur Didik.

Anugerah Kihajar tahun 2018 mengangkat tema “Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0”.

Dengan tema tersebut diharapkan Anugerah Kihajar dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia. “TIK bisa meningkatkan penyerapan teknologi pada siswa karena mereka akan mudah menyerap ilmu dari tampilan yang lebih beragam. Melalui TIK, kita bisa mendatangkan laboratorium alam ke kelas.“ Jelas Didik.

Prestasi ini  patut dibanggakan karena sebagai satu-satunya Kabupaten di Sumatera Utara yang meraih penghargaan Anugerah Kihajar 2018.

Bupati Remigo yang didampingi Ka. Dinas Pendidikan, Mester Padang, S.Pd, MM, mengaku banggan atas apresiasi ini. Dikatakannya capaian ini merupakan buah manis dari kerja keras bersama untuk mewujudkan Kabupaten Pakpak Bharat yang lebih baik sesuai dengan visi dan misi.

“Harus ada skenario berjenjang dalam penerapan model pendidikan berbasis TIK yang didasari atas kemampuan sekolah dalam menyerap dan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi,” katanya.

Sambung Remigo, kemajuan teknologi yang luar biasa telah mengubah cara pandang dan bertindak masyarakat dalam menghabiskan waktu untuk bekerja dan mengatasi permasalahannya.

Muncul paradigma baru dalam masyarakat yang mengekspresikannya dalam aktivitas kehidupan di kesehariannya sebagai impact dari kemajuan TIK, seraya mengilustrasikan salah satu aplikasi dalam urusan pendidikan di Pakpak Bharat, yaitu e-absensi.

“Memang masih banyak yang kita kejar, tapi menurut saya ini sungguh capaian yang besar, berbagai aplikasi sudah kita terapkan seperti e-absensi siswa, karena banyak kejadian orang tua itu kewalahan keberadaan anaknya. Dengan e-absensi ini orang tua tidak perlu khawatir karena bisa melihat kegiatan anaknya,” sambungnya.(amri/mm)

Comment