Poldasu Bekuk Tujuh Tersangka Percobaan Pembunuhan di Dairi

MEDAN - Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bekerjasama dengan Polres Dairi meringkus tujuh orang pelaku dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan berencana dan atau bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat.

Pernyataan ini dikatakan Kapoldasu Irjen Pol Agus Adrianto didampingi Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Andy Ryan dan Kapolres Dairi AKBP Erwin Siahaan kepada Wartawan di Mapoldasu Senin (17/6/2019) siang.

Menurutnya kejadian berawal dari sengketa lahan seluas lebih kurang 1,5 HA yang menurut keterangan tersangka yang merupakan otak pelaku yakni ST merasa sakit hati, karena lahan yang dipermasalahkan dan sudah sampai ke tingkat eksekusi yang dimenangkan oleh pamannya, namun meskipun telah menang lahan tersebut tidak dapat dikuasai.

Karena ketika ST dan pamannya mendirikan bangunan diatas lahan tersebut dihancurkan dan dibakar yang diduga dilakukan oleh BS, karena merasa sakit hati unrtuk membalaskan dendamnya ST memangil Wagino Alias Oka ke rumah ST disekitar Simpang Selayang Medan untuk membicarakan masalah sakit hatinya kepada BS yang diduga telah merusak dan membakar bangunan yang telah dibangunnya diatas lahan tersebut yang merupakan ladang durian.

Dalam pembicaraan ST dan Wagino sepakat untuk memberikan uang sebesar Rp 50 juta hanya untuk melukai BS dan keluarganya, setelah berjumpa dengan ST, Wagino kemudian berangkat ke Aceh Tamiang untuk bertemu Bambang Harianto untuk membicarakan maksud Serikat Tarigan yang akan memberikan bayaran guna menyakiti BS dan melukai keluarganya.

Selanjutnya keesokan harinya mereka berangkat ke Medan dan mampir ke rumah Joni Ginting di Sawit Seberang Langkat guna membicarakan maksud Serikat Tarigan. Dari rumah Joni Ginting bersama Wagino dan Bambang Harianto langsung berangkat ke Medan, dan setiba di Medan langsung merental mobil Avanza BK 1733 QB berwarna hitam dan menjumpai Serikat Tarigan serta meminta uang jalan Rp 5 juta untuk mengetahui alamat dan wajah Bangki Sembiring ke Tiga Lingga Kabupaten Dairi.

Usai mengetahui alamat dan wajah korban Bangkit Sembiring yang merupakan seorang pensiunan Polisi, seminggu kemudian mereka berangkat ke Tiga Lingga Kabupaten Dairi dan meminta uang jalan kepada Serikat Tarigan sebesar Rp 3 juta, kemudian pada hari Jumat tanggal (10/5/2019) sekira pukul 16.00 WIB, tersangka Serikat Tarigan bersama dengan tersangka Wagino alias Oka membicarakan rencana percobaan pembunuhan di kedai yang terletak dibelakang rumah Serikat Tarigan di Jalan Sisingamagaraja Kelurahan Tiga LIngga Kabupaten Dairi.

Kemudian pada hari Senin tanggal (24/5/2019) sekira pukul 20.00 WIB Bambang Harianto, Joni Ginting, Alias Yudi, Wagino Alias Oka, Boyma Sitinjak dan Bonansa Siagian bertemu di Medan Selayang di rumah Massa Tarigan dan selanjutnya berangkat menuju Kota Sidilkalang Kabupaten Dairi dengan dengan menggunakan mobil Avanza BK 1733 QB berwarna hitam, dan pada hari Selasa tanggal (25/5/2019) sekira pukul 06.00 WIB Bambang Harianto bersama Serikat Tarigan, Wagino, Boyma Sitinjak, dan Bonansa Siagian sampai di Desa Tiga Linga dan pada pukul 13.00 WIB Serikat Tarigan memperlihatkan rumah korban Bangkit Sembiring kepada para tersangka dan menentukan jalur untuk melarikan diri dari rumah Bangkit Sembiring.

Tanggal (28/5/2019) para tersangka menginap di SPBU Tiga Lingga dan bertemu dengan Serikat Tarigan dan menerima uang Rp 1 juta dari Serikat Tarigan dan kemudian membeli dua buah parang, linggis, linggis, dan lima sarung tangan warna putih sebagai alat untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap Bangkit Sembiring dan keluarganya.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga