Ratusan Plt Kasek di Madina Menjadi Sorotan

MADINA – Banyaknya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (Kasek) SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi sorotan pemerhati pendidikan.

“Kebijakan menempatkan pelaksana tugas kepala sekolah bertahun-tahun sudah tidka popular lagi. Apa alasan bupati, sehingga jabatan pelaksana tugas hingga sampai tiga tahun, bahkan mencapai ratusan orang. Jika memang tidak mumpuni atau tidak layak, segera diganti,” tegas Todung Mulya Lubis, pemerhati pendidikan Madina yang juga Wakil ketua Himpinan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI) Madina, Jumat (10/5/2019).

Desakan agar bupati segera mendepenitifkan jabatan kasek yang disampaikan Todung bukan tanpa alas an, selain meningkatkan kualitas pendidikan di bumi Madina, juga akan berdampak positif bagi pemerintahan Bupati Dahlan Hasan Nasution di mata publik.

Disisi lain, kegiatan belajar dan mengajar dapat lebih fokus terhadap pengelolahan pendidikan di tingkat SD & SMP oleh kepala sekolah yang berstatus defenitif dan lebih memiliki tanggung jawab penuh sesuai aturan.

Kalau terus dibiarkan seperti ini, sudah hampir tiga tahun dari tahun 2017 belum juga dilantik menjadi defenitif, tentu akan membuka ruang kurang sehat dalam proses pengangkatan kepala sekolah yang selalu tertunda dan tertunda.

Padahal ratusan kepala sekolah sudah menjerit dan bosan menunggu kapan mereka akan dilantik menjadi kepala sekolah defenitif, "Ungkap Todung.

Oleh karena itu harapan saya kepada Bupati Mandailing Natal benar - benar serius dalam menyikapi hal ini. Soalnya Plt kepala sekolah dari tingkat  SD & SMP dari tahun 2017 sudah jenuh menunggu. "harapnya

Padahal menurut keterangan beberapa kepala sekolah saat dikomfirmasi diduga sudah memberikan biaya administrasi kepada oknum pegawai Dinas pendidikan, Jika hal ini terus dibiarkan akan kemanakah arah dunia pendidikan Madina.

Penulis: Iswadi Nasution
Editor: Redaksi

Baca Juga