RSU Tiara Kasih Sejati Gelar Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Praktisi pengendalian dan pencegahan infeksi, Costy Panjaitan,P.hD sebagai narasumber In House Training pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di RSU Tiara Kasih Sejati, Pematangsiantar, Senin (21/10/2019). (Foto:MEDANmerdeka/Istimewa)

SIANTAR - Rumah sakit harus meminimalkan kejadian infeksi pada pasien, pengunjung, pegawai dan masyarakat sekitar rumah sakit, sebagai salah satu upaya memberikan pelayanan yang aman dan nyaman di rumah sakit.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan In House Training pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dasar di Rumah Sakit Umun (RSU) Tiara Kasih Sejati Pematangsiantar, praktisi pengendalian dan pencegahan infeksi, Costy Panjaitan, PhD, mengatakan infeksi yang didapat dari rumah sakit dan penularan infeksii bisa saja terjadi diantara pasien, petugas pelayanan kesehatan dan pengunjung rumah sakit.

Costy mengatakan pencegahan dan pengendalian infeksi dilakukan dengan memutuskan mata rantai infeksi yang diharapkan menjadi budaya yang diterapkan rumah sakit baik kepada seluruh pegawai maupun pengunjung.

Selama ini menurut Costy, banyak prilaku yang salah dalam mencegah dan mengendalikan infeksi justru dijadikan budaya yang salah di rumah sakit.

"Selama ini tidak mencuci tangan saat menangani pasien  atau sesudahnya, menggunakan masker oleh perawat, dokter dan pegawai rumah sakit justru dijadikan budaya atau kebiasaan yang salah," ujar Costy.

Costy menambahkan budaya yang salah dalam mencegah dan mengendalikan infeksi dan memberikan pelayanan yang baik di rumah sakit harus dimulai dari individu pegawai baik perawat, dokter dan karyawan di seluruh unit.

Jika individu di rumah sakit umum Tiara Kasih Sejati Pematangsiantar, baik itu perawat, dokter dan pegawai tidak berkeiinginan untuk memperbaiki diri dari kesalahan yang dibuat dan meningkatkan kemampuan dalam menjalankan fungsinya masing-masing, mustahil rumah sakit bisa berkembang dan maju.

Perawat atau pegawai diminta Costy untuk tidak ragu atau segan mengingatkan atau mengedukasi pasien atau pengunjung melakukan upaya pencegahan infeksi dimulai dari hal kecil seperti mencuci tangan dan menggunakan masker.

Pada kegiatan itu Costy juga memotivasi perawat untuk tetap menjaga penampilan dalam menjalankan tugas, serta memberikan pelayanan ramah,dengan murah senyum dan jujur.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSU Tiara Kasih Sejati Pematangsiantar, Yenni Hastita mengharapkan pelatihan PPI dasar memberikan manfaat bagi perawat, dokter dan pegawai meningkatkan pengetahuan dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.

"Dengan mengikuti pelatihan PPI dasar diharapkan para peserta memahami dan mampu melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian infeksi sehingga pelayanan nyaman dan aman bisa diwujudkan di RSU Tiara Kasih Sejati Pematangsiantar," ujar Yenni.

Lilys Agus Sari Tambunan dari  Infection Prevention Control Nurse (IPCN) RSU Tiara Kasih Sejati Pematangsiantar, menambahkan kegiatan pelatihan dasar PPI diikuti sekitar 50 peserta terdiri dari perawat, dokter umum dan pegawai dari seluruh unit, dengan menghadirkan selain narasumber dari Jakarta,Costy Panjaitan ,P.hD, dr. Triana N Silalahi,Sp.PK dan Katrin Nahampun,S.Kep.Ners berlangsung selama 2 hari (21-22 Oktober 2019) dan dihadiri Direktur Pengembangan PT Tiara Kasih Sejati Donny Tahapary.

Penulis: Davis
Editor: Redaksi

Baca Juga