COVID-19 Sergai Tembus 672 Kasus 52 Meninggal Dunia

Bupati Sergai H. Darma Wijaya Road melakukan sosialisasi penanganan COVID-19 di Kecamatan Pegajahan dan Perbaungan, kemarin. (foto:mm/ist)

SERGAI - Bupati Sergai H.Darma Wijaya memperkuat sosialisasi pencegahan dan penanganan COVID-19 dengan melakukan roadshow ke kecamatan Pegajahan dan Perbaungan. Hingga kini tercatat kasus COVID-19 mencapai 672 kasus dan 52 orang meninggal dunia.

Dijelaskan Darma, Kabupaten Sergai hingga kini masuk dalam zona orange dalam kasus pandemi COVID-19. Oleh karena itu aparatur kecamatan, kelurahan hingga desa diminta untuk benar-benar memberlakukan penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus corona di tengah-tengah masyarakat.

“Saya perlu tekankan, kita tidak bisa main-main menyikapi kondisi saat ini. Jangan sampai kita menjadi lengah. Faktanya kita sempat masuk zona kuning dan berpeluang masuk ke zona hijau, namun saat ini status kita malah melorot ke status zona orange,” tegas Bupati.

Kepada Kepala KUA, Bupati meminta agar aktif disampaikan kepada seluruh ustaz untuk ikut membantu Pemkab Sergai dalam menyosialisasikan pesan perihal pentingnya pencegahan COVID-19, apalagi saat ini masih di momen bulan Ramadhan.

“Penting sekali bagi kita untuk solid bergerak bersama dan mengedukasi masyarakat supaya sepaham dan searah dalam penanganan COVID-19," imbaunya.

Perihal larangan mudik lebaran, Bupati meminta kepada para Kepala Desa untuk memantau warganya masing-masing. Dirinya menyebut Kades harus aktif mengkomunikasikan pentingnya membatasi mobilitas antar daerah termasuk tidak melaksanakan mudik tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Sergai dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes menerangkan bahwasanya per 1 Mei 2021, angka sebaran COVID-19 di Sergai sudah mencapai 672 kasus positif dengan rincian 556 warga sudah sembuh, XX kasus konfirmasi yang sedang dalam perawatan medis dan/atau isolasi mandiri sedangkan sejumlah 52 warga meninggal dunia.

“Kalau kita tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan, bukan tidak mungkin Sergai masuk zona merah. Kondisi tersebut bisa berdampak pada banyak hal termasuk semakin diperketatnya kegiatan masyarakat. Kami mengajak pihak kecamatan dan masyarakat untuk aktif mengikuti program vaksinasi" pungkasnya.