Soekirman Angkat Pertanian Organik Sergai di Seminar Webinar

SERGAI - Kementerian Pertanian dan Aliansi Organik Indonesia (AOI) menggelar Web Seminar (Webinar) bersama Bupati Sergai Ir.H.Soekirman dan sejumlah kepala daerah di Indonesia, Rabu kemarin.

Webinar dihadiri BKP Kementerian Pertanian RI Tutty Anna Samosir, Indonesia Organic Alliance J. Indro Surono, narasumber Vanda Ningrum, Agni Octarina, Shanty Irawati dan Maya Stolastika (Kehati).

Dalam Webinar, Soekirman mengatakan Sergai merupakan anggota ALGOA dan sudah banyak melakukan pengembangan pertanian organik, seperti halnya menggagas Perda Pertanian Organik ke DPRD (policy support). Harapannya agar kelompok organik dapat mendapatkan bantuan dalam rangka meringankan beban petani organik dalam mendapatkan sertifikasi organik.

Disamping itu, juga memfasilitasi kelompok pertanian organik kerjasama dengan BPTP, Perguruan Tinggi, APKASI, dalam tukar informasi melalui Expo (information exchange), Mutual exchange adalah belajar bersama poktan, Kelompok Tani LSM, Penyuluh dan Pamor tentang keberhasilan aplikasi organik, Education.

Sergai selaku anggota ALGOA melakukan sosialisasi kepada Pemda lain di Sumut seperti Tebing Tinggi, Binjai dan Tapanuli Selatan agar semakin banyak daerah yang menerapkan pertanian organik agar ada spirit Pemerintah lokal dalam menggalakkan pertanian organik.

Sebut Soekirman, Kabupaten Sergai ikut dalam ALGOA Summit baik nasional maupun international dalam rangka menimba pengalaman dengan negara lain.

Kadis Pertanian Sergai, Radianto Panjis  menyampaikan kondisi geografis Sergai dengan luas sawah total 28.600 Ha, produksi padi 398.785 Ton/Tahun serta produktivitas 58 Kwintal per Hektare.

Sejak menjadi anggota ALGOA 2018  pertanian organik Sergai terus bangkit, diantaranya komoditi cabe, buah naga, serta padi. Untuk komoditas padi, terdapat 23 Ha yang telah bersertifikat, serta 250 Ha yang dalam proses menuju organik.

Pemasaran yang dilakukan Sergai antara lain telah diterbitkan Surat Edaran Bupati yang mengatur tentang pemasaran organik, salah satu diantaranya ASN wajib mengkonsumsi beras organik, restoran di daerah wisata dan ibukota wajib menggunakan beras organik, serta pemasaran melalui online.

"Bentuk dukungan pemerintah dalam pertanian organik dalam bentuk irigasi, Rice Mile Unit (RMU), Lantai Jemur serta Unit Pengolah Pupuk Organik," pungkasnya.

Komentar

Loading...