Soekirman Bicara Kota Layak Anak di Forum Dunia

PERTEMUAN INTERNATIONAL : Bupati Serdang Bedagai Ir. H. Soekirman mewakili Indonesia bersama Morten Direktur RWI (Rooul Wallenberg Institute of Human right ) Sweden Dalam Pertemuan Working Group ke-4 Forum Dunia Kota Layak Anak HAM, di Kim Dae Jung Convention Center, Gwangju Korea Selatan.(foto:ist/mm)

PERTEMUAN INTERNATIONAL : Bupati Serdang Bedagai Ir. H. Soekirman mewakili Indonesia bersama Morten Direktur RWI (Rooul Wallenberg Institute of Human right ) Sweden Dalam Pertemuan Working Group ke-4 Forum Dunia Kota Layak Anak HAM, di Kim Dae Jung Convention Center, Gwangju Korea Selatan.(foto:ist/mm)

Medanmerdeka.com – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman mewakili Indonesia diacara Working Group ke-4 Forum Dunia Kota Layak Anak HAM (Internasional Human Rights City Network Workshop).

Pertemuan ini dipimpin langsung Direktur  Morten KJAERUM direktur RWI (Rooul Wallenberg Institute of Human right) Sweden. Working Group Forum di ikuti oleh Indonesia, Filipina, Malaysia, Kenya, Korsel, India, dan Swedia. Wali Kota Seoul hadir pada hari kedua di Gwangju Korea Selatan mengikuti dalam plenary session dengan tajuk SDGs 2030 dan mewujudkannya di tingkat lokal.

Dikatakan Soekirman, tantangan negara-negara Asia Pasific membumikan agenda SDGs sampai tingkat desa. Meskipun otonomi sudah berjalan sejak 1999 dan sekarang sudah 3 kali UU Pemerintahan Daerah dihasilkan dari UU 22/1999, UU 32/2004 dan terakhir UU 23/2014 program tentang law and justice merupakan kewenangan dan urusan Pemerintah Pusat (Central Government).

“Sinkronisasi dan cascading atau penselarasan antara visi, misi, program Pemerintah Lokal (Kabupaten/Kota, Pemprop) dalam hal RPJMD dengan pemerintah diatasnya masih memerlukan penyempurnaan disana sini,” kata Soekirman melalui pesan singkat kepada medanmerdeka.com,Sabtu (20/10/2018).

Dalam pertemuan ini, Soekirman mengusulkan agar kerjasama organisasi-organisasi Internasional perlu ditingkatkan dengan organisasi GOI dan NGO Indonesia agar advocacy, diseminasi, dan capacity building, training  dapat diturunkan sampai ke tingkat kabupaten/kota. Gwangju sbg kota teladan dan dikenal sbg human right city di dunia boleh menjadi panutan bagi negara-negara lain untuk  mewujudkan agenda SDGs 2030.(santarwi/mm)

Comment