Soekirman, Budayawan yang Nyambi Jadi Bupati

Bupati Sergai Soekirman persentase proposal pada Nominasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia di Kantor PWI Gedung Dewan Pers Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020). (Foto:Istimewa)

JAKARTA - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman yang masuk dalam 10 besar Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, melakukan persentase di hadapan dewan juri, Kamis (9/1/2020).

Para dewan juri yang hadir yakni Ketua Nungki Kusumastuti (penari, artis film, Dosen Institut Kesenian Jakarta), Ninok Leksono (Kompas/Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Agus Dermawan T (pengamat seni-budaya, penulis buku),  Atal S.Depari (Ketua Umum PWI Pusat) dan Yusuf Susilo Hartono (pelukis, wartawan senior, Pengurus PWI Pusat), sebagai anggota.

"Jalan-jalan ke mangga dua, di Kota Bandung ada daerah si Batu, masuk nominasi sepuluh besar kami sudah bangga, apalagi jadi juara satu," demikian petikan pantun Bupati Soekirman yang bersuku Jawa namun fasih dalam berbahasa Batak dan jago berpantun Melayu, mengawali presentasinya.

Paparan yang disampaikan Soekirman mengangkat tema "Kampung Budaya" Merawat Pluralisme, Toleransi, Trust dan Cohesiveness untuk Kemajuan Bangsa, Soekirman menguraikan dengan gambalang, lugas, cerdas dan sistematis sehingga mampu memukai para Dewan Juri dan memberikan applaus kepada Bupati.

Dalam implementasi budaya, Soekirman selalu menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mencintai budayanya bukan hanya sekedar seremoni belaka, akan tetapi dapat meresapinya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Karena budaya adalah fondasi jiwa bangsa Indonesia yang menjadi spirit (semangat) dari semua gerakan pembangunan.

Agus Dermawan (pengamat budaya dan penulis buku) salah satu Dewan Juri menyampaikan bahwa Bupati Soekirman merupakan salah satu kepala daerah yang peduli terhadap keanekaragaman budaya. Soekirman merupakan " Budayawan" yang Nyambi jadi Bupati, " ungkapnya.

Ketua Dewan Juri Nungki Kusumastuti agar Soekirman terus dilanjutkan khususnya dengan visi misi gagasan yang telah dipaparkan serta adanya masukan dari Dewan Juri dapat diimplementasikan di daerah.

"Kami sangat bersyukur budaya Indonesia unik dan beragam, baik dari sisi kelebihan dan kekurangannya. Apa yang sudah dicita-citakan harus dapat diwujudkan," harapnya.

Nungki Kusumastuti mengatakan cara membantu Presiden RI adalah melalui daerah masing-masing seperti  peningkatan budaya. Kita sadari juga bahwa manusia Indonesia yang punya gagasan, ketika bertemu dengan kepala daerah tentu harus disampaikan bagaimana cara meningkatkan sekaligus membangun daerahnya masing-masing.

"Semua daerah punya keunikan dan kelebihan namun harus tetap ada benang merah yang diperjuangkan sehingga keunikan tersebut dapat tereksplore dengan baik," tandasnya.

Berdasarkan hasil presentasi yang telah dilakukan oleh Bupati Soekirman telah dilakukan penilaian dan dikeluarkan Surat Keterangan dari panitia PWI Pusat dengan nomor: 48/PWI-P/HPN2020/1/2020 bahwa Soekirman, Bupati Serdang Bedagai berhak menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Dengan demikian  Bupati Soekirman akan melenggang ke Banjarmasin Kalimantan Selatan untuk menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang akan diserahkan langsung oleh Presiden RI pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) pads 9 Februari 2020 mendatang.

Komentar

Loading...