Soekirman: Tugas Guru PAUD Membentuk Logika yang Etis

Bupati Sergai Soekirman didampingi Ketua TP PKK Sergai Hj. Marliah Soekirman menerima cenderamata dari Yayasan Adiluhung Nusantara dalam Workshop Guru PAUD, Senin (11/2/2020). (Foto: MEDANmerdeka/Rasum)

SEI RAMPAH - Pemkab Sergai menggelar Workshop Peningkatan Mutu Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di  Wisma Karina Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Senin, (10/2/ 2020).

Kegiatan Workshop dihadiri Bupati Sergai Soekirman, Ketua TP PKK Hj Marliah Soekirman, Ketua DPC GOPTKI Hj Rosmaida Darma Wijaya, Ketua DWP Uke Retno Wahyuni Faisal Hasrimy serta narasumber Yayasan Adiluhung Nusantara, Ketua Himpaudi Sergai Syamsidar, Ketua Himpaudi serta Gugus PAUD Kecamatan se-Kabupaten Sergai.

Soekirman mengatakan, tugas guru PAUD adalah membentuk logika yang etis, agar anak-anak memiliki etika yang berdasar logika. Kemudian jika sudah memenuhi dua unsur tadi, maka akan terbentuk seni dan keindahan yang disebut estetika.

"Belajar dalam suasana gembira seperti yang disampaikan narasumber hari ini adalah inovasi dan sangat baik. Hal tersebut agar jangan sampai terjadi kisah nyata seorang anak yang ingin menjadi ponsel, sebab orang tuanya lebih perhatian kepada ponsel ketimbang dirinya," katanya.

Yang dapat menjadi pembelajaran bagi orang tua bahwa pengaruh teknologi dapat juga memberikan nilai-nilai yang tidak baik serta mengesampingkan nilai kearifan lokal. Sehingga  dalam setiap pertemuan keluarga agar jangan terhanyut dengan keasyikan berponsel, namun biasakanlah berkomunikasi seperti dahulu sebelum ada teknologi.

“Imtaq (ilmu pengetahuan dan ketaqwaan), logika, etika, estetika bagaimana agar menambah pengetahuan dan sikap pengetahuan kita dalam workshop ini yang saya yakin akan dapat menambah kerekatan dan intelektual kita sehingga generasi yang akan datang lebih baik dari generasi saat ini," paparnya.\

Menurut Soekirman, bahwa membangun infrastruktur memang penting, namun membangun karakter anak didik jauh lebih penting. Jangan terfokus hanya kepada persoalan yang kasat mata, namun ada nilai yang paling mendasar yaitu karakter.

Dengan bahasa kebudayaan yang didapatkan adalah persatuan, sementara jika politik maka yang didapat adalah perbedaan. Maka jika kita ingin kuat, maka jadilah jarum yang merekatkan, bukan gunting yang memisahkan. Sebab jika kita terpisah dan tidak bersatu akan sulit dalam mencapai tujuan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Jadilah guru yang sedikit bicara banyak bekerja dan bukan banyak bicara tetapi sedikit bekerja. Belajar dengan gembira, namun apa yang dipesankan, sejalan dengan yang dikerjakan agar hasilnya seperti yang diharapkan," harapnya.

Ketua Panitia Workshop Alamsyah, S.Pd mengatakan, kegiatan yang diikuti 510 guru PAUD ini bertujuan agar seluruh guru PAUD di Sergai memiliki pemahaman yang jelas tentang belajar mengajar. Kegiatan ini digagas oleh Bunda PAUD, Himpaudi, Dinas Pendidikan dan Yayasan Adiluhung Nusantara," singkatnya.