Warga Panti Tuna Netra Sei Buluh Dibekali Keterampilan Refleksi

TERAMPIL : Pelatih Keterampilan Pijat Refleksi, Khairul (kiri) sedang memberikan pelatihan kepada salah seorang penghuni panti tuna netra di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Tuna Netra Dinas Kesejahteraan dan Sosial Propinsi Sumatera Utara, di Sei Buluh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.(foto:ras/mm)
TERAMPIL : Pelatih Keterampilan Pijat Refleksi, Khairul (kiri) sedang memberikan pelatihan kepada salah seorang penghuni panti tuna netra di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Tuna Netra Dinas Kesejahteraan dan Sosial Propinsi Sumatera Utara, di Sei Buluh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.(foto:ras/mm)

Medanmerdeka.com – Sebanyak 12 warga Panti Tuna Netra Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (sergai) dibekali keterampilan pijat refleksi oleh tenaga pengajar dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumut, didampingi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU).

Kegiatan pembekalan pijat refleksi ini dilaksanakan di Aula Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Tuna Netra Dinas Kesejahteraan dan Sosial Propinsi Sumatera Utara, Jumat (11/5/2018).

Kepala UPT Pelayanan Sosial Tuna Netra Dinas Kesejahteraan dan Sosial Propinsi Sumatera Utara, Putra Boksu Harahap kepada medanmerdeka.com menuturkan, pelatihan keterampilan pijat refleksi yang diberikan kepada 12 orang penyandang cacat tuna netra warga panti sebagai bekal agar mereka dapat berkarya secara mandiri sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kita berharap keterampilan pijat refleksi ini dapat ditularkan kepada rekan-rekannya yang tinggal di panti ini,” terangnya.

Dikatakan Putra Boksu, pelatihan pijat refleksi ini baru pertama kali dilaksanakan di panti ini, dibantu tenaga pengajar dari USU. Selain refleksi, juga diberikan pelatian menjahit bagi anak-anak penghuni panti tuna netra. Tim Dosen USU dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dra Linda Elida MSi memaparkan, sudah mempersiapkan 3 orang tuna netra yang sudah berhasil mengembangkan keterampilan pijat refleksi ini.

Selanjutnya lewat ketiga orang penyandang tuna netra ini, yakni pak Saiful, Khairul, Ibu Sofie ketrampilan pijat refleksi ini dapat ditularkan kepada penyandang tuna netra lainnya.

“Kami datang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan ilmu dan pembekalan keterampilan agar tuna netra ini dapat hidup lebih mandiri di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir menghadiri Kepala UPT Dinas Kesejahteraan dan Sosial Propinsi Sumatera Utara Drs. Putra Boksu Harahap, Tim dari Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang diketuai oleh Dra. Linda Elida,M.Si, Anggota Dr. Hermona Daulay.S.Sos, dan Anggota Drs. T.Ilham Saladin,M.SP. (ras/mm)

Penulis:

Baca Juga